HARPC: Modernisasi Sistem Keamanan Pangan


Faktor keamanan pangan berkaitan dengan ada tidaknya kandungan cemaran mikrobiologi, logam berat, ataupun bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. "Keamanan pangan merupakan prioritas utama, terutama untuk melindungi dan membangun kepercayaan konsumen kepada produk yang dihasilkan," tutur Direktur Teknis PT Arasains, Dr. Ir. Larry Lee, B.Eng., M.Sc., Ph.D., MIEM., PE di Jakarta dalam Seminar dan Workshop Update in PCR Technology in Food Pathogen Detection pada 22 Agustus 2017.

Ia juga menjelaskan bahwa Hazard Analysis and Risk-Based Preventive Controls (HARPC) merupakan salah satu persyaratan atas diberlakukannya Undang-undang Modernisasi Keamanan Pangan (Food Safety Modernization Act/FSMA) oleh FDA Amerika Serikat yang disahkan pada Januari 2011. 

Jika HACCP fokus pada penanganan kontaminan dan senyawa lain dengan potensi bahaya yang mungkin mencemari produk pangan, HARPC menekankan pada kajian resiko dan tindakan pencegahan terjadinya kontaminasi untuk menjamin keamanan pangan mulai dari pemasok sampai distribusi produk akhir. "Tindakan pencegahan ini dilakukan untuk mencegah atau mengurangi potensi bahaya keamanan pangan sampai pada level yang dapat diterima," tambahnya. Fri-34

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2017

    Peranan Pengemulsi pada Yogurt

    Yogurt pada umumnya mengandung 10 ñ 13% padatan bukan lemak dan 0 ñ 3% lemak. Tujuan utama aplikasi pengemulsi pada produk susu fermentasi ini adalah untuk pengembangan viskositas, konsistensi, kenampakan, tekstur, dan lain sebagainya. Jenis pengemulsi pada yogurt dapat berupa polisakarida termodifikasi atau pun gelatin, selama pengemulsi tersebut mempunyai kemampuan untuk membentuk jaringan gel yang berpengaruh pada tesktur yang kokoh serta tahan terhadap sineresis dalam kondisi padatan susu yang sedikit. ...

  • Sep 21, 2017

    Penggunaan Protein dan Enzim untuk Produk Bebas Gluten

    Sumber protein tambahan diperlukan untuk mengkompensasi tepung bebas gluten yang umumnya rendah protein glute, di antaranya adalah tepung beras, kedelai, dan kacang polong, baik dalam bentuk konsentrat, maupun isolat. ...

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...