Mempertahankan Stabilitas Aroma Teh


Senyawa yang ditambahkan ke dalam ekstrak teh atau minuman teh dalam kemasan mempunyai sifat kelarutan rendah dalam media pembawanya, yakni air. Apabila senyawa perisa secara langsung ditambahkan ke dalam ekstrak the, tentunya akan sangat sulit bercampur dengan baik dan tidak stabil. Perisa yang ditambahkan harus stabil baik selama proses dan penyimpanan.  Sebagai ahli pangan tentunya hal itu bukan perkara yang sulit untuk mengatasi hal itu.  Mikroemulsi dan nanoemulsi menjadi solusinya.  

Mikroemulsi merupakan campuran dispersi isotropik, yang sangat stabil dari segi termodinamis, bersifat transparan, memiliki viskositas rendah, dan sesuai dengan kata pembentukannya yakni mikro, maka ukurannya sangat kecil antara 5 - 100 nm.  Nanoemulsi mirip dengan mikroemusi kecuali ukurannya jauh lebih kecil (< 100 nm) dan sifat termodinamiknya relatif kurang stabil. Selama penyimpanan, sistem nanoemulsi akan mengalami kerusakan seperti terjadinya creaming, flocculation, coalescence, sedimentation.

Artikel selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi Agustus 2017 "Beverages: Thirst Quenching Industry"

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2017

    Peranan Pengemulsi pada Yogurt

    Yogurt pada umumnya mengandung 10 ñ 13% padatan bukan lemak dan 0 ñ 3% lemak. Tujuan utama aplikasi pengemulsi pada produk susu fermentasi ini adalah untuk pengembangan viskositas, konsistensi, kenampakan, tekstur, dan lain sebagainya. Jenis pengemulsi pada yogurt dapat berupa polisakarida termodifikasi atau pun gelatin, selama pengemulsi tersebut mempunyai kemampuan untuk membentuk jaringan gel yang berpengaruh pada tesktur yang kokoh serta tahan terhadap sineresis dalam kondisi padatan susu yang sedikit. ...

  • Sep 21, 2017

    Penggunaan Protein dan Enzim untuk Produk Bebas Gluten

    Sumber protein tambahan diperlukan untuk mengkompensasi tepung bebas gluten yang umumnya rendah protein glute, di antaranya adalah tepung beras, kedelai, dan kacang polong, baik dalam bentuk konsentrat, maupun isolat. ...

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...