Kebijakan Peningkatan Produksi Gula Nasional


Ketertarikan masyarakat kelas menengah terhadap sektor pertanian kian meningkat. Data Kementerian Pertanian mencatat peningkatan ketahanan pangan Indonesia berada pada angka 50,6 dari sebelumnya 47,9. Hal ini menciptakan peluang besar bagi pengembangan dan peningkatan produksi ingridien pangan, salah satunya gula. Sebagai salah satu ingridien pokok dalam pengolahan pangan, produksi gula Indonesia terus memerlukan peningkatan produktifitas.

"Salah satu upaya pemerintah dalam tahap peningkatan produksi gula adalah dengan menyiapkan 5000 hektar lahan bibit untuk pola tanam tipe satu," jelas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Ir. Bambang M.M. dalam National Sugar Summit 2017 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Gula Indonesia (AGI), LPP Yogyakarta dan Ikatan Ahli Gula Indonesia di Jakarta pada 24-25 Agustus 2017. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memberikan periode pengolahan yang lebih panjang di pabrik pengolahan gula sehingga produksi akan meningkat. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2017

    Peranan Pengemulsi pada Yogurt

    Yogurt pada umumnya mengandung 10 ñ 13% padatan bukan lemak dan 0 ñ 3% lemak. Tujuan utama aplikasi pengemulsi pada produk susu fermentasi ini adalah untuk pengembangan viskositas, konsistensi, kenampakan, tekstur, dan lain sebagainya. Jenis pengemulsi pada yogurt dapat berupa polisakarida termodifikasi atau pun gelatin, selama pengemulsi tersebut mempunyai kemampuan untuk membentuk jaringan gel yang berpengaruh pada tesktur yang kokoh serta tahan terhadap sineresis dalam kondisi padatan susu yang sedikit. ...

  • Sep 21, 2017

    Penggunaan Protein dan Enzim untuk Produk Bebas Gluten

    Sumber protein tambahan diperlukan untuk mengkompensasi tepung bebas gluten yang umumnya rendah protein glute, di antaranya adalah tepung beras, kedelai, dan kacang polong, baik dalam bentuk konsentrat, maupun isolat. ...

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...