Kandungan Gizi Kedelai dan Almond Sebagai Ingridien Produk Minuman


Kedelai merupakan kacang yang bermanfaat bagi kesehatan dengan kadar protein yang tinggi, yaitu rata-rata 35%, bahkan varietas unggul dapat mencapai 40-44%. Protein pada kedelai  memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap, serta daya cerna yang baik. Kedelai mengandung lemak sekitar 18-20%, 85% di antaranya merupakan asam lemak tidak jenuh. Lemak kedelai mengandung asam lemak esensial yang memadai, yaitu asam linoleat (omega-6) serta asam linolenat (omega-3) sehingga memberikan pengaruh yang berarti bagi kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kolesterol dan penyakit kardiovaskuler. Selain sumber protein dan lemak, kedelai juga mengandung vitamin (terutama A, B kompleks dan E), mineral seperti kalsium, fosfor dan zat besi, dan sebagai sumber isoflavon. Isoflavon kedelai dapat berperan sebagai antioksidan, fitoestrogen dan antimutagen.

Almond adalah sumber lemak, namun sangat sedikit mengandung asam lemak jenuh dan kaya akan asam lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid : MUFA), serta vitamin, mineral, dan serat pangan dalam jumlah yang cukup. Komposisi lemak pada almond bermanfaat bagi penurunan kadar kolesterol yang secara langsung akan mencegah aterosklerosis dan segala dampak lainnya seperti penyakit jantung, hipertensi dan stroke. Vitamin pada almond yang dominan adalah vitamin E,  namun terdapat juga terdapat vitamin B1, B2, B6, niasin, biotin dan asam folat. Vitamin E berperan sebagai antioksidan alami untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas, penyebab penyakit kardiovaskuler dan kanker, mencegah penuaan dini dan penyakit Alzheimer. Asam folat penting untuk mencegah neural tube deffect (NTD) pada bayi di awal proses kehamilan.

Artikel selengkapnya baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi Agustus 2017 "Beverages: Thirst Quenching Industry"

Artikel Lainnya

  • Nov 20, 2017

    Fungsi Lactic Acid Bacteria (LAB) dalam Pembuatan Keju

    LAB merupakan kelompok bakteri mesofil dan dapat tumbuh dalam rentang suhu 5 ñ 450C serta mampu tumbuh dalam kondisi pH sampai 3,8 dan menghasilkan asam laktat. ...

  • Nov 20, 2017

    Keamanan Pangan Sebagai Bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penyakit karena pangan (foodborne deseases) masih menjadi masalah keamanan pangan di samping penggunaan bahan-bahan berbahaya ke dalam pangan. "Keamanan pangan telah menjadi bagian dari agenda jangka menengah nasional 2015-2019 di mana salah satu arah ada peningkatan keamanan pangan untuk meningkatkan," tutur Deputi Bidang Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawan Obat dan Makanan RI, Dr. Suratmono, MP. dalam The 1st SEAFAST International Seminar 2017: Current and Emerging Issues of Food Safety, Innovation & Challenges yang diselenggarakan di Bogor pada 20-21 November 2017. ...

  • Nov 20, 2017

    Perkembangan Keamanan Pangan dan Aplikasinya pada Proses Produksi

    Keamanan pangan terus menjadi fokus utama dalam menghasilkan pangan yang aman dan berkualitas. Inovasi dalam keamanan pangan pun semakin berkembang dan dikembangkan, dalam menjamin keamanan pangan tersebut, banyak faktor yang terus ditingkatkan dan dijaga keamanannya seperti kontaminan pada proses produksi. ...

  • Nov 17, 2017

    Strategi Peningkatan Produktivitas Gula Dalam Negeri

    Salah satu permasalahan dalam industri gula dalam negeri adalah tingginya konsumsi energi serta mesin dan peralatan yang kurang memadai. General Manager Integrated Casetech Consultant Pvt. Ltd., Ramit Gupta menambahkan bahwa industri gula Indonesia saat ini menghasilkan kualitas gula yang kurang bagus. ...

  • Nov 16, 2017

    Tingkat Konsumsi Daging Ayam di Indonesia

    Produk daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi konsumen terhadap produk ini.  ...