Industri Pangan Harus Mengikuti Perkembangan Teknologi

 

 

 

Ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dapat memberikan kemudahan dalam segala bidang, seperti pada industri pangan. "Perkembangan industri pangan merupakan tuntutan globalisasi," pungkas Pemimpin Umum PT Media Pangan Indonesia, Ir. Suseno Hadi Purnomo, MBA dalam Kuliah Dosen Tamu Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan  Universitas Jenderal Soedirman yang membahas tentang Peluang dan Tantangan Sarjana Teknologi Pangan dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal di Pasar Internasional pada 13 September 2017 di Purwokerto.

Jika dikaitkan, perkembangan teknologi yang terjadi telah mengubah bisnis dan cara menjalankannya. Berbagai fasilitas layanan muncul untuk mempermudah dan memuaskan konsumen. "Adanya perkembangan teknologi digitalisasi semakin dipermudah, contohnya saja dengan adanya aplikasi online konsumen yang ingin membeli produk pangan semakin dimanjakan dengan hanya tinggal memesannya dari aplikasi yang ada," tambahnya. KI-34

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2017

    Peranan Pengemulsi pada Yogurt

    Yogurt pada umumnya mengandung 10 ñ 13% padatan bukan lemak dan 0 ñ 3% lemak. Tujuan utama aplikasi pengemulsi pada produk susu fermentasi ini adalah untuk pengembangan viskositas, konsistensi, kenampakan, tekstur, dan lain sebagainya. Jenis pengemulsi pada yogurt dapat berupa polisakarida termodifikasi atau pun gelatin, selama pengemulsi tersebut mempunyai kemampuan untuk membentuk jaringan gel yang berpengaruh pada tesktur yang kokoh serta tahan terhadap sineresis dalam kondisi padatan susu yang sedikit. ...

  • Sep 21, 2017

    Penggunaan Protein dan Enzim untuk Produk Bebas Gluten

    Sumber protein tambahan diperlukan untuk mengkompensasi tepung bebas gluten yang umumnya rendah protein glute, di antaranya adalah tepung beras, kedelai, dan kacang polong, baik dalam bentuk konsentrat, maupun isolat. ...

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...