Faktor Kunci Pengembangan Kemasan Pangan


Faktor kenyamanan (convenient) menjadi tren dan kunci dalam inovasi kemasan saat ini. Selain itu, faktor kecepatan pembelian juga memengaruhi pengembangan kemasan, misalnya pemilihan ukuran. "Selain kenyamanan, lingkungan yang kompetitif juga membuat efisiensi biaya menjadi pertimbangan," Senior Brand Manager Packaging Development PT Sumber Cipta Multiniaga, Rizal Herdian dalam Intensive Workshop: Packaging Quality, Problem Solving dan Study Case yang diselenggarakan di Bogor pada 13-14 September 2017.

Selain itu, Ketua Indonesian Packaging Federation (IPF), Henky Wibawa menambahkan bahwa terdapat tujuh kunci dalam pengembangan kemasan, di antaranya mengurangi lead times, fokus terhadap kepuasan konsumen, meningkatkan transparansi bisnis, serta mengikutsertakan partisipasi dan kerja sama terintegrasi dengan suplier atau vendor. Mengurangi lead times dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti kemampuan untuk mempercepat waktu pengiriman produk, perencanaan yang baik, dan pelaksanaan inspeksi rutin.

Terkait umur simpan sebuah kemasan, Ia menjelaskan bahwa dalam pengukuran dilakukan pada stability camber dengan menguji faktor-faktor yang memengaruhi kemasan dan bahan pangan yaitu mikrobiologi, sensoris, nilai gizi, serta kondisi penyimpanan setelah dari pabrik. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2017

    Peranan Pengemulsi pada Yogurt

    Yogurt pada umumnya mengandung 10 ñ 13% padatan bukan lemak dan 0 ñ 3% lemak. Tujuan utama aplikasi pengemulsi pada produk susu fermentasi ini adalah untuk pengembangan viskositas, konsistensi, kenampakan, tekstur, dan lain sebagainya. Jenis pengemulsi pada yogurt dapat berupa polisakarida termodifikasi atau pun gelatin, selama pengemulsi tersebut mempunyai kemampuan untuk membentuk jaringan gel yang berpengaruh pada tesktur yang kokoh serta tahan terhadap sineresis dalam kondisi padatan susu yang sedikit. ...

  • Sep 21, 2017

    Penggunaan Protein dan Enzim untuk Produk Bebas Gluten

    Sumber protein tambahan diperlukan untuk mengkompensasi tepung bebas gluten yang umumnya rendah protein glute, di antaranya adalah tepung beras, kedelai, dan kacang polong, baik dalam bentuk konsentrat, maupun isolat. ...

  • Sep 20, 2017

    Penarikan Produk Pangan untuk Perlindungan Konsumen

    Penarikan pangan pada dasarnya dilakukan atas perintah dari Kepala Badan POM dan sifatnya wajib (mandatory recall). Namun, produsen, importir dan distributor dapat menginisiasi penarikan pangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen (voluntary recall). Meskipun bersifat sukareka, pihak penarik juga tetap berkewajiban untuk melaporkan penarikan produk kepada Badan POM.  ...

  • Sep 18, 2017

    Meningkatnya Konsumsi Daging Indonesia

    Produk daging olahan menjadi salah satu produk pangan yang masih eksis di pasaran. Selain kemudahan yang ditawarkan, konsumsi daging olahan menjadi pemenuhan terhadap kebutuhan protein. Berdasarkan data Rabobank, pada 2010 persentase konsumsi global daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 5%, 35%, 37%, dan 23%. Diperkirakan permintaan terhadap produk daging akan terus meningkat dan pada 2030 dengan persentase konsumsi daging domba, unggas, babi, dan sapi masing-masing 4%, 39%, 36%, dan 21%. ...

  • Sep 18, 2017

    Retortable Packaging untuk Produk Steril Komersial

    Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial, pangan steril komersial adalah pangan berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dan disimpan pada suhu ruang. ...