Pengurangan Kehilangan Pangan Pasca Panen untuk Peningkatan Ketersedian Pangan



Kehilangan pangan (food losses) masih menjadi permasalahan dalam menciptakan sistem pangan yang efisien. Dapat dilihat pada Tabel 1 bahwa di negara-negara berkembang, besarnya kehilangan bahan pangan dari proses setelah panen sampai ke tingkat konsumen berkisar antara 7-70%. Di Indonesia, berdasarkan Hilman (2011) dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Holtikultura, besarnya angka kehilangan bahan pangan tersebut diakibatkan oleh beberapa tiga faktor yaitu (i) kurangnya aplikasi teknologi dalam penanganan bahan pangan pasca panen, (ii) kurangnya infrastruktur yang memadai untuk distribusi bahan-bahan pangan dari ladang menuju tingkat ritel dan konsumen, serta (iii) kurangnya praktek-praktek cara produksi pangan yang baik. 

Selain menyebabkan kerugian finansial dari sisi petani dan berkurangnya kebutuhan pangan untuk manusia, kehilangan pasca panen juga memberikan efek yang besar pada lingkungan karena secara langsung berkontribusi pada peningkatan beban limbah. Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof. Purwiyatno Hariyadi menjelaskan bahwa pengurangan kehilangan bahan pangan pasca panen merupakan cara yang paling mudah dan efektif untuk meningkatkan ketersediaan pangan, mengembangkan keamanan pangan, memperbaiki status gizi masyarakat, dan sebagai upaya pelestarian sumber daya tanah dan air.

Selanjutnya dapat dibaca di Foodreview Indonesia edisi Oktober 2017

Artikel Lainnya

  • Sep 20, 2018

    Teknologi lab-on-smartphone untuk Pengujian Produk Pangan

    Salah satu parameter dari suatu produk pangan yang mengalami kerusakan adalah terjadi perubahan pada warna, rasa, tekstur, dan juga aroma. Perubahan  tersebut terjadi karena reaksi-reaksi zat kimia yang terkandung di dalam suatu produk pangan dan tidak berfungsinya kembali bahan pengawet yang digunakan. Selama ini, untuk mendeteksi salah satu unsur kerusakanseperti aroma hanya menggunakan indera penciuman untuk mendeteksi pembusukan pada produk pangan. ...

  • Sep 19, 2018

    Biji-bijian sebagai Bahan Nabati Potensial

    Biji-bijian mulai menarik pasar konsumen dengan ukurannya yang kecil namun memiliki segudang manfaat. Beberapa jenis biji-bijian tersebut di antaranya adalah biji bunga matahari, biji labu, biji chia, biji wijen, quinoa, dan biji delima. Jenis biji-bijian seperti Biji wijen merupakan sumber kalsium, magnesium, vitamin B1 dan termasuk dalam serat pangan. Biji wijen biasa diproduksi dalam bentuk minyak maupun dikonsumsi secara lansung sebagai pelengkap suatu produk pangan. Biji wijen sangat potensial untuk dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih luas lagi. ...

  • Sep 18, 2018

    Kelor: Ingridien Fungsional Produk Pangan

    Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia (Syarifah, 2015). Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi yang disebut juga sebagai miracle tree dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) (Broin, 2010). Semua bagian dari tanaman kelor memiliki nilai gizi, berkhasiat untuk kesehatan dan manfaat di bidang industri. Kandungan nilai gizi yang tinggi, khasiat dan manfaatnya menyebabkan kelor menjadi salah satu ingridien yang sangat potensial untuk dikembangkan.  ...

  • Sep 17, 2018

    Proses Penghalusan Kulit Kakao

    Untuk menghaluskan kulit kakao dapat menggunakan alat penghancur khusus yakni jet mill, di mana proses penghalusannya, tidak memakai benturan logam penghancur tetapi aliran udara yang cepat dan dihantamkan pada dinding alat ini. Hasil penghancuran kulit kakao dapat tercapai sampai 99.5% lewat saringan 200 mesh. Dalam produk pangan, bubuk kulit kakao tidak dicampurkan begitu saja, tetapi perlu diperhatikan batasan-batasan seperti segi mikrobiologi dan kimiawinya, termasuk juga kandungan lignin yang termasuk dalam serat kasar tidak larut. ...

  • Sep 16, 2018

    Kulit Kakao dalam Produk Pangan

    Kulit kakao memiliki rasa yang sangat asam, dan untuk produk minuman, biasanya kulit kakao diproses alkalisasi dengan larutan kalium karbonat terlebih dahulu. Untuk menghasilkan kulit kakao yang berwarna hitam juga dapat dilakukan dengan menambahkan larutan alkali kuat sepert NaOH dan larutan besi sulfat atau besi sitrat. Selain itu, untuk mendapatkan bubuk kakao hitam juga dapat diperoleh dari kulit kakao yang dialkalisasi. Sebelum dapat digunakan untuk produk pangan, kulit kakao sebelumnya harus dihaluskan. ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland