Aplikasi Permeate dalam Pembentukan Karakter Produk Pangan


Dalam aplikasinya permeate dapat digunakan pada produk bakeri, sup dan saus, confectionery, daging olahan, produk susu, serta produk minuman. Para produk bakeri, kandungan laktosa pada adonan roti, muffin dan kukis akan mempertahankan kelembutan dan menambah daya simpan produk. Hal ini karena emulsi yang terbentuk lebih efektif sehingga meningkatkan daya pengikatan air (water holding capacity). Adapun pada adonan pizza, penggantian garam dengan permeate sampai dengan 70% akan memberikan nilai tambah terhadap label informasi gizi berupa pengurangan garam dengan cita rasa yang tidak berbeda secara nyata. 

Food Perfection Consultancy Singapura, Martin Teo menambahkan pula bahwa penggunaan permeate pada saus tomat akan meningkatkan cita rasa dan menyeimbangkan rasa asam yang muncul pada saus tomat. Pada produk confectionery, permeate dapat bermanfaat untuk mengurangi rasa manis dan berperan dalam proses kristalisasi yang penting pembentukan struktur produk. Selain itu, jika diaplikasikan pada produk berbasis cokelat, adanya rasa asin dapat menyeimbangkan rasa ketika permeate digunakan sebagai ingridien untuk coating atau filling biskuit atau kukis. Selain sebagai agen pengurangan kandungan garam, penggunaan permeate pada daging olahan juga berfungsi dalam memelihara cita rasa pahit dan meningkatkan pembentukan struktur daging olah. Selain itu, laktosa pada permeate juga menjadi media karbohidrat untuk fermentasi sosis.

Selanjutnya dapat dibaca di Foodreview Indonesia edisi Oktober 2017

Artikel Lainnya

  • Feb 22, 2018

    Proses Pembuatan Cokelat Crumb

    Pada produksi cokelat crumb, proses pertama yang dilakukan adalah pembuatan susu kental manis dari susu sapi murni. Pembuatan susu kental manis ini sudah banyak dilakukan di Indonesia di mana banyak dijual susu kental manis dari industri-industri susu. Setelah melalui proses standardisasi, susu cair kemudian dipasteurisasi pada suhu 72-760C. Melalui evaporator bertingkat, susu dipekatkan sampai kadar padatannya mencapai 45%. Hasilnya berupa larutan kental, lalu dimasukkan gula pasir sesuai  dengan formulasi yang dikehendaki. Campuran dimasukkan dalam panci vakum untuk melarutkan gula dan menguapkan air. Penguapan dilakukan pada suhu 750C di bawah vakum  sampai tercapai kadar padatan 90%. Pada tahap proses ini, terlihat tanda-tanda kristalisasi pada gula. ...

  • Feb 22, 2018

    Sertifikasi Halal untuk Perusahaan asal Taiwan

    Setelah bertahun-tahun melakukan kegiatan bisnis di 10 negara ASEAN, TCI sudah sangat familiar akan pengembangan produk pangan dan masker wajah yang halal. Berkat pengalamannya memasarkan produk di pasar Muslim di Asia Tenggara, mereka telah membuahkan banyak hasil dan solusi bagi klien retail maupun brand. Konsumen dapat menemukan produk ODM buatan TCI yang sudah halal di beberapa apotik modern ataupun channel lainnya.  ...

  • Feb 21, 2018

    Desain Proses untuk Pengembangan Produk Minuman Fungsional

    Inovasi pangan dengan klaim kesehatan masih mempunyai peluang besar di Indonesia. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menunjukkan bahwa terdapat beberapa kategori pangan yang sering diajukan oleh industri sebagai pangan olahan berklaim, misalnya kategori pangan olahan berbasis susu. Selain itu, jenis produk pangan untuk kebutuhan gizi khusus (PKMK) juga berkembang dengan berbagai analisis ilmiah. ...

  • Feb 21, 2018

    Perkembangan Baru Metode Perolehan Flavor

    Ada dua metode yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dalam aplikasinya untuk senyawa flavor yaitu Subcritical Water Extraction (SWE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE).  ...

  • Feb 20, 2018

    Penambahan Garam Tingkatkan Pelepasan Flavor Produk

    Ingridien dalam fase air lainnya yang berpengaruh pada pelepasan flavor adalah garam. Ingridien ini secara umum dikathui dapat meningkatkan persepsi flavor melalui peristiwa salting-out, yaitu penambahan garam akan menurunkan kelarutan senyawa utama terhadap air dalam larutan. Pada komponen flavor yang hidrofilik, salting-out dapat menurunkan  jumlah molekul air yang tersedia untuk melarutkan komponen flavor tersebut. Sementara itu, pada komponen flavor yang lipofilik, adanya salting-out dapat menurunkan konsentrasi komponen flavor dalam fase air dan membuatnya lebih banyak berada dalam fase minyak dan kemudian berubah menjadi fase gas. Hal ini menyebabkan konsentrasi garam yang tinggi akan memberikan efek pada meningkatan pelepasan flavor.  ...