Komposisi Kakao untuk Pembuatan Cokelat


 

Untuk pembuatan cokelat, diperlukan campuran biji kakao terfermentasi dengan baik. Hal pertama harus dilakukan adalah penggunaan biji Forastero yang baik sebagai dasar untuk rasa kakao yang kuat. Ini dapat diperoleh dengan memilih biji Ghana atau dan biji Pantai Gading. Kemudian kita memerlukan biji kakao yang mempunyai  rasa aromatik dan bersifat sedikit asam. Ini diperoleh dari biji Trinitario, misalnya dari Jawa atau dari Malaysia. Kita akan mendapat rasa masa kakao yang baik di mana ada rasa kakao kuat tetapi ditambah sedikit rasa asam. Jadi komposisi biji kakao yang direkomendasikan adalah biji kakao Ghana atau Pantai Gading sebanyak 70-80% dan biji Trinitario Jawa atau Malaysia sebanyak 20-30%.

Adapun biji kakao Edel bagus untuk pembuatan cokelat yang muda warnanya dan bersifat khas rasanya, yaitu rasa kakao lemah tetapi terdapat cita rasa kacang-kacangan dan buah sehingga jika dibuat cokelat dengan memakai 100% biji kakao Edel maka akan menghasilkan rasa khusus setelah dicampurkan dengan susu atau produk lainnya.

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Nov 20, 2017

    Fungsi Lactic Acid Bacteria (LAB) dalam Pembuatan Keju

    LAB merupakan kelompok bakteri mesofil dan dapat tumbuh dalam rentang suhu 5 ñ 450C serta mampu tumbuh dalam kondisi pH sampai 3,8 dan menghasilkan asam laktat. ...

  • Nov 20, 2017

    Keamanan Pangan Sebagai Bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penyakit karena pangan (foodborne deseases) masih menjadi masalah keamanan pangan di samping penggunaan bahan-bahan berbahaya ke dalam pangan. "Keamanan pangan telah menjadi bagian dari agenda jangka menengah nasional 2015-2019 di mana salah satu arah ada peningkatan keamanan pangan untuk meningkatkan," tutur Deputi Bidang Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawan Obat dan Makanan RI, Dr. Suratmono, MP. dalam The 1st SEAFAST International Seminar 2017: Current and Emerging Issues of Food Safety, Innovation & Challenges yang diselenggarakan di Bogor pada 20-21 November 2017. ...

  • Nov 20, 2017

    Perkembangan Keamanan Pangan dan Aplikasinya pada Proses Produksi

    Keamanan pangan terus menjadi fokus utama dalam menghasilkan pangan yang aman dan berkualitas. Inovasi dalam keamanan pangan pun semakin berkembang dan dikembangkan, dalam menjamin keamanan pangan tersebut, banyak faktor yang terus ditingkatkan dan dijaga keamanannya seperti kontaminan pada proses produksi. ...

  • Nov 17, 2017

    Strategi Peningkatan Produktivitas Gula Dalam Negeri

    Salah satu permasalahan dalam industri gula dalam negeri adalah tingginya konsumsi energi serta mesin dan peralatan yang kurang memadai. General Manager Integrated Casetech Consultant Pvt. Ltd., Ramit Gupta menambahkan bahwa industri gula Indonesia saat ini menghasilkan kualitas gula yang kurang bagus. ...

  • Nov 16, 2017

    Tingkat Konsumsi Daging Ayam di Indonesia

    Produk daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi konsumen terhadap produk ini.  ...