Eksplorasi Tepung Alternatif Pengganti Terigu


Dalam rangka mengurangi dominasi terigu di Indonesia, maka dilakukan eksplorasi tepung alternatif pengganti terigu. Salah satunya adalah pengembangan tepung modifikasi misalnya tepung yang bersumber dari singkong (cassava) dan kemudian dikenal sebagai modified cassava flour (mocaf). Tidak hanya berlaku untuk singkong, proses modifikasi ini bisa dilakukan juga untuk sumber tepung-tepung lainnya, bahkan juga pada pati saja (modified starch), misalnya pati singkong, pati jagung atau pati gandum.  Prinsip utamanya sama, yaitu untuk mengubah karakteristik fisik, kimia dan sensoris tepung atau pati untuk memenuhi karakteristik yang diharapkan. Tulisan ini dikhususkan untuk membahas tepung modifikasi, bukan pati termodifikasi.

Modifikasi tepung singkong dapat dilakukan melalui metode fisik, biologis maupun kimiawi. Metode fisik melibatkan unsur mekanis seperti proses pengolahan fisik dan penggunaan mesin penggilingan dan lain-lain. Tepung yang dihasilkan berwarna putih, lembut tapi masih memiliki cita rasa dan aroma singkong. Berbeda dengan metode fisik, modifikasi biologis melibatkan proses fermentasi menggunakan beberapa strain bakteri khususnya bakteri asam laktat seperti strain Lactobacillus. Tepung yang dihasilkan melalui proses fermentasi ini dilaporkan dapat mengembang, memiliki struktur remah yang renggang, dan kerak yang renyah (Camargo et al., 1988). 

Lebih lengkapnya dapat dibaca di FOODREVIEW Indonesia edisi "Localizing Bakery Products" | Januari 2018 | Untuk pembelian atau langganan majalah bisa hubungi langganan@foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Jan 18, 2018

    Peran Lipase dan Glukosa Oksidase dalam Pembuatan Roti

    Lipase dan Glukosa Oksidase merupakan dua enzim yang diaplikasikan pada pembuatan roti. Lipase menghidrolisis ikatan ester pada asilgliserol menghasilkan mono- dan digliserida, serta asam lemak bebas. Aplikasi lipase komersial relatif baru dibandingkan dengan enzim yang lain. Sebagian besar lipase komersial berasal dari jamur. Lipase spesifik terutama meningkatkan kekuatan dan stabilitas adonan. Gluten dari tepung terigu yang diperlakukan dengan lipase lebih kuat dan lebih elastis. Oleh karenanya, lipase dapat menjadi alternatif pengganti bahan kimia untuk penguatan adonan dan emulsifier. ...

  • Jan 16, 2018

    Penambahan Hidrokoloid Perbaiki Sifat Sensoris Bakeri dari Tepung Termodifikasi

    Selain gluten, komponen lain yang juga sangat penting untuk bakeri adalah pati. Penambahan pati berhubungan dengan struktur, kadar air, umur simpan, hasil dan juga biaya produksi. Secara sensoris, pati mempengaruhi rasa, tekstur dan mouthfeel produk. Pati dapat memengaruhi kekentalan serta crispness produk pangan. Oleh karena tepung termodifikasi mengandung kadar pati yang jauh lebih tinggi daripada terigu (amilosa > 25%), maka tentunya produk yang dihasilkan akan memiliki karakteristik pengembangan, kelarutan, penyerapan air dan gelatinisasi yang berbeda. Secara sensoris produk yang dihasilkan dengan penambahan tepung modifikasi cenderung memiliki tekstur yang lebih keras atau padat, kurang elastis, mudah patah dan keras (Yuwono, dkk, 2013).  ...

  • Jan 13, 2018

    Mempertahankan Kestabilan Bakeri dengan Emulsifier

    Emulsifier adalah bahan tambahan yang banyak digunakan pada adonan bakeri yang berfungsi untuk menjaga dan meningkatkan kestabilan adonan tersebut dengan cara menyatukan cairan dan lemak sehingga dapat membantu proses aerasi, yaitu pemasukan udara pada saat pengocokan telur.  ...

  • Jan 12, 2018

    Konsumen Tertarik Mengonsumsi Krekers dengan Ingridien yang Menyehatkan

    Selain itu, Transparency Market Research melaporkan bahwa produk krekers diperkirakan mengalami laju pertumbuhan majemuk tahunan yang positif sepanjang 2016 sampai 2025. Pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi oleh kesadaran konsumen terhadap kesehatan. Sebagian besar konsumen tertarik untuk mengonsumsi krekers dengan ingridien yang menyehatkan seperti kelompok legum, sayuran, biji-bijian kuno, serta bahan pangan tinggi protein. ...

  • Jan 11, 2018

    Regulasi Penggunaan Asam Amino dalam Produk Pangan

    Asam amino merupakan ingridien pangan yang diaplikasikan dalam berbagai bahan pangan. Selain sebagai pemenuhan gizi, asam amino juga berfungsi memberikan peningkatan karakter mutu produk pangan. "Sebagai bahan dasar pangan, asam amino bisa diaplikasikan untuk peningkatan kualitas gizi protein, ...