Fusion Bakeri, Kembangkan Cita Rasa Lokal Menjadi Produk Global


Produk fusion menjadi sebuah tantangan global dalam industri pangan untuk dapat memberikan solusi bagi kebutuhan dan keinginan konsumen. Keinginan untuk mendapatkan produk yang berbeda dan unik, serta memberikan pengalaman perjalanan seni kuliner yang lebih beragam. Produk fusion dalam industri pangan bukan termasuk hal yang baru. Fusion yang terus mengalami peningkatan hingga menjadi sebuah tren ini mulai berkembang di era 1970-an. 
  
Di Indonesia, jenis fusion bakery masih belum mencapai puncak perkembangan, tidak seperti di beberapa negara lain yang telah banyak bereksplorasi seperti Perancis. Kendati demikian, sejak beberapa tahun belakangan, Indonesia mulai mengekplorasi fusion bakery dengan lebih dengan menekankan pada ingridien savory atau lebih pada cita rasa. Hal ini karena, fusion bakery tidak hanya soal penampilan saja. Kata fusion berasal dari bahasa Inggris yang berarti peleburan atau pencampuran sehingga produksi bakeri dengan menggunakan bahan-bahan lokal dan teknik modern, ataupun sebaliknya, sudah bisa dikatakan sebagai fusion. 

ìBeef rendang burger dapat dikatakan sebagai sebuah fusion bakery di mana burger menjadi produk yang global sedangkan rendang menjadi cita rasa lokal. Kreatifitas yang tanpa batas. Hal itulah yang menjadi landasan untuk sebuah produk fusion. Tinggal disesuaikan saja dengan tingkat kesukaan dari daerah seperti halnya rendang,î ungkap Technical Advisor Asia Pacific PT Puratos Indonesia, Adang Hendra.

Lebih lengkapnya dapat dibaca di FOODREVIEW Indonesia edisi "Localizing Bakery Products" | Januari 2018 | Untuk pembelian atau langganan majalah bisa hubungi langganan@foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Jan 18, 2018

    Peran Lipase dan Glukosa Oksidase dalam Pembuatan Roti

    Lipase dan Glukosa Oksidase merupakan dua enzim yang diaplikasikan pada pembuatan roti. Lipase menghidrolisis ikatan ester pada asilgliserol menghasilkan mono- dan digliserida, serta asam lemak bebas. Aplikasi lipase komersial relatif baru dibandingkan dengan enzim yang lain. Sebagian besar lipase komersial berasal dari jamur. Lipase spesifik terutama meningkatkan kekuatan dan stabilitas adonan. Gluten dari tepung terigu yang diperlakukan dengan lipase lebih kuat dan lebih elastis. Oleh karenanya, lipase dapat menjadi alternatif pengganti bahan kimia untuk penguatan adonan dan emulsifier. ...

  • Jan 16, 2018

    Penambahan Hidrokoloid Perbaiki Sifat Sensoris Bakeri dari Tepung Termodifikasi

    Selain gluten, komponen lain yang juga sangat penting untuk bakeri adalah pati. Penambahan pati berhubungan dengan struktur, kadar air, umur simpan, hasil dan juga biaya produksi. Secara sensoris, pati mempengaruhi rasa, tekstur dan mouthfeel produk. Pati dapat memengaruhi kekentalan serta crispness produk pangan. Oleh karena tepung termodifikasi mengandung kadar pati yang jauh lebih tinggi daripada terigu (amilosa > 25%), maka tentunya produk yang dihasilkan akan memiliki karakteristik pengembangan, kelarutan, penyerapan air dan gelatinisasi yang berbeda. Secara sensoris produk yang dihasilkan dengan penambahan tepung modifikasi cenderung memiliki tekstur yang lebih keras atau padat, kurang elastis, mudah patah dan keras (Yuwono, dkk, 2013).  ...

  • Jan 13, 2018

    Mempertahankan Kestabilan Bakeri dengan Emulsifier

    Emulsifier adalah bahan tambahan yang banyak digunakan pada adonan bakeri yang berfungsi untuk menjaga dan meningkatkan kestabilan adonan tersebut dengan cara menyatukan cairan dan lemak sehingga dapat membantu proses aerasi, yaitu pemasukan udara pada saat pengocokan telur.  ...

  • Jan 12, 2018

    Konsumen Tertarik Mengonsumsi Krekers dengan Ingridien yang Menyehatkan

    Selain itu, Transparency Market Research melaporkan bahwa produk krekers diperkirakan mengalami laju pertumbuhan majemuk tahunan yang positif sepanjang 2016 sampai 2025. Pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi oleh kesadaran konsumen terhadap kesehatan. Sebagian besar konsumen tertarik untuk mengonsumsi krekers dengan ingridien yang menyehatkan seperti kelompok legum, sayuran, biji-bijian kuno, serta bahan pangan tinggi protein. ...

  • Jan 11, 2018

    Regulasi Penggunaan Asam Amino dalam Produk Pangan

    Asam amino merupakan ingridien pangan yang diaplikasikan dalam berbagai bahan pangan. Selain sebagai pemenuhan gizi, asam amino juga berfungsi memberikan peningkatan karakter mutu produk pangan. "Sebagai bahan dasar pangan, asam amino bisa diaplikasikan untuk peningkatan kualitas gizi protein, ...