Konferensi Internasional ICAPHP 2018 Digelar di Kuta, Bali



Isu yang berkembang di dunia internasional saat ini di antaranya yakni low energy, small medium enterprises, food security and safety, food waste and losses serta mendukung program Kementerian Pertanian sehingga siap menghadapi kompetisi di pasar global.

Bertolak dari hal itu, Balai Besar Penelitian Pascapanen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI menyelenggarakan 2nd International Conference on Agricultural Postharvest Handling & Processing (ICAPHP) pada 29-31 Agustus 2018. Acara yang berlangsung di Hotel Dynasty, Kuta Bali tersebut melibatkan para peneliti, akademisi, mahasiswa dan praktisi dari berbagai lembaga pemerintahan maupun swasta. Beberapa negara yang terlibat di antaranya yaitu Irlandia, Perancis, UK, Australia, Taiwan, Malaysia, Jepang, Thailand, Singapura dan Indonesia.

Konferensi bertujuan untuk: meningkatkan wawasan dan kapasitas komunikasi internasional peneliti dan tukar-menukar informasi hasil penelitian, menghilirkan hasil inovasi, pemikiran, dan informasi teknologi pascapanen kepada masyarakat ilmiah, pemerintah, dan pengguna teknologi pascapanen pada taraf internasional; menghasilkan publikasi ilmiah internasional terindeks scopus; dan meningkatkan jejaring dengan lembaga internasional.

Konferensi ini melibatkan 10 invited speaker dan 95 peserta dari beberapa negara. Berdasarkan hasil kompilasi diperoleh 103 abstrak yang terbagi dalam sesi presentasi 49 oral dan 54 poster. Hal ini tentunya untuk memenuhi target diseminasi hasil penelitian supaya dapat terpublikasi serta layak memenuhi standar terindeks scopus.

Adapun teknis pelaksanaan acara yaitu dua hari merupakan penyelenggraaan konferensi dan pada hari terakhir merupakan kegiatan field trip. Pada pelaksanaan kegiatan konferensi, remarks yang dilanjutkan dengan pembukaan disampaikan oleh Prof. Dr. Risfaheri MS, selaku Kapala Balai Besar Penelitian Pascapanen Pertanian mewakili Kapala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. M. Syakir.

Acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian makalah utama oleh invited speaker dan dilanjutkan dengan parallel sesion. Sepuluh makalah yang disampaikan oleh invited speaker merupakan makalah utama pendukung konferensi yang disampaikan oleh para ahli di bidang tersebut. Para pemakalah itu yakni (1) Global consumer trends in food (Jason Green, Foods Asia, Singapore); (2) New postharvest technology: improving grain quality (Prof. Shuso Kawamura, Hokkaido University Japan); (3) Fresh handling technology (Prof. Phe Be Ding, UPM Malaysia); (4) Food quality and safety (Prof. Purwiyatno Haryadi, Codex Alimentarius Commission); (5) Food processing and technology (Prof. Yrjo Roos, University of College Cork Ireland); (6) Local food for global market (Dr. Joni Munarso, ICAPRD Indonesia); (7) Supply chain management (Prof. Peter Batt, Curtin University Australia); (8) Experiences in managing postharvest handling of tropical fruits (Great Giant Pineapple Indonesia); (9) Reducing postharvest losses and waste in Asia (Anthony Bennet, FAO Thailand); (10) Sensors in foods and agriculture (Martin Peacock, Zimmer & Peacock ESensor Manufacturing and Technology, UK).

Untuk makalah oral yang masuk dalam sesi parallel session, terbagi kedalam tiga group yaitu (1) Postharvest technology & Postharvest management, policy and regulation; (2) Food processing Technology, Food and agriculture engineering, Agricultural waste and by-product valorisation; (3) Food quality and safety. Penyampaian makalah oral dipandu oleh para lead speaker yang terlebih dahulu menyampaikan makalah review sesuai dengan bidang group diskusi. Sedangkan makalah poster disampaikan sesuai dengan format dari IOP serta dipajang dan didampingi oleh pemakalah pada sesi poster. Penyelenggaraan field trip dilakukan dalam rangka untuk mendukung pelaksanaan kegiatan konferensi dua hari sebelumnya, dengan melakukan kunjungan lapang di sekitar lokasi konferensi di Bali. Fri-08

Artikel Lainnya

  • Sep 20, 2018

    Teknologi lab-on-smartphone untuk Pengujian Produk Pangan

    Salah satu parameter dari suatu produk pangan yang mengalami kerusakan adalah terjadi perubahan pada warna, rasa, tekstur, dan juga aroma. Perubahan  tersebut terjadi karena reaksi-reaksi zat kimia yang terkandung di dalam suatu produk pangan dan tidak berfungsinya kembali bahan pengawet yang digunakan. Selama ini, untuk mendeteksi salah satu unsur kerusakanseperti aroma hanya menggunakan indera penciuman untuk mendeteksi pembusukan pada produk pangan. ...

  • Sep 19, 2018

    Biji-bijian sebagai Bahan Nabati Potensial

    Biji-bijian mulai menarik pasar konsumen dengan ukurannya yang kecil namun memiliki segudang manfaat. Beberapa jenis biji-bijian tersebut di antaranya adalah biji bunga matahari, biji labu, biji chia, biji wijen, quinoa, dan biji delima. Jenis biji-bijian seperti Biji wijen merupakan sumber kalsium, magnesium, vitamin B1 dan termasuk dalam serat pangan. Biji wijen biasa diproduksi dalam bentuk minyak maupun dikonsumsi secara lansung sebagai pelengkap suatu produk pangan. Biji wijen sangat potensial untuk dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih luas lagi. ...

  • Sep 18, 2018

    Kelor: Ingridien Fungsional Produk Pangan

    Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia (Syarifah, 2015). Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi yang disebut juga sebagai miracle tree dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) (Broin, 2010). Semua bagian dari tanaman kelor memiliki nilai gizi, berkhasiat untuk kesehatan dan manfaat di bidang industri. Kandungan nilai gizi yang tinggi, khasiat dan manfaatnya menyebabkan kelor menjadi salah satu ingridien yang sangat potensial untuk dikembangkan.  ...

  • Sep 17, 2018

    Proses Penghalusan Kulit Kakao

    Untuk menghaluskan kulit kakao dapat menggunakan alat penghancur khusus yakni jet mill, di mana proses penghalusannya, tidak memakai benturan logam penghancur tetapi aliran udara yang cepat dan dihantamkan pada dinding alat ini. Hasil penghancuran kulit kakao dapat tercapai sampai 99.5% lewat saringan 200 mesh. Dalam produk pangan, bubuk kulit kakao tidak dicampurkan begitu saja, tetapi perlu diperhatikan batasan-batasan seperti segi mikrobiologi dan kimiawinya, termasuk juga kandungan lignin yang termasuk dalam serat kasar tidak larut. ...

  • Sep 16, 2018

    Kulit Kakao dalam Produk Pangan

    Kulit kakao memiliki rasa yang sangat asam, dan untuk produk minuman, biasanya kulit kakao diproses alkalisasi dengan larutan kalium karbonat terlebih dahulu. Untuk menghasilkan kulit kakao yang berwarna hitam juga dapat dilakukan dengan menambahkan larutan alkali kuat sepert NaOH dan larutan besi sulfat atau besi sitrat. Selain itu, untuk mendapatkan bubuk kakao hitam juga dapat diperoleh dari kulit kakao yang dialkalisasi. Sebelum dapat digunakan untuk produk pangan, kulit kakao sebelumnya harus dihaluskan. ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland