Tepung Termodifikasi untuk Substitusi Terigu pada Produk Bakeri



Karakteristik multisensoris dan kualitas produk bakeri dapat dinilai berdasarkan cita rasa, aroma, warna, tekstur/mouthfeel, serta aftertaste. Atribut sensoris yang terlibat cukup kompleks dan luas tergantung pada jenis produknya. Sebagai contoh, atribut tekstur produk bakeri dapat berupa tekstur yang berpori seperti spons (spongy), dapat kembali ke bentuk semula setelah ditekan (springy), berkerak (crusty), beremah (crumbly), lembut (soft), elastis, kenyal (chewy), krispi (crispy), dan lain sebagainya. Tekstur ini berhubungan dengan komposisi kimiawi bahan yang digunakan dan proses pengolahannya, misalnya pada roti, salah satu parameter yaitu volume pengembangan dan ini umumnya diperoleh dengan adanya gluten. 

Tepung termodifikasi sebagai substitusi terigu diharapkan dapat membantu produk bakeri mengembang selama proses pengolahan. Beberapa proses modifikasi misalnya secara biologis, kimiawi dan aplikasi sinar UV juga telah dilaporkan mampu memberikan karakteristik ini (Camargo et al., 1988; Sriroth et al., 2002, Bertolini et al., 2000). Namun pada kenyataannya tepung termodifikasi belum bisa sepenuhnya menggantikan terigu, khususnya dalam memberikan fungsi gluten. Tepung termodifikasi ini memiliki kadar air dan protein yang jauh lebih rendah serta kandungan pati yang lebih tinggi dibandingkan dengan terigu

Lebih lengkapnya dapat dibaca di FOODREVIEW Indonesia edisi "Localizing Bakery Products" | Januari 2018 | Untuk pembelian atau langganan majalah bisa hubungi langganan@foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...