Efisiensi MICA Advance Hadir di Lab Indonesia 2026

Tuntutan akurasi dan kecepatan yang tinggi di laboratorium mikrobiologi menjadikan MICA Advance solusi ideal untuk mengatasi tantangan klasik, yaitu durasi waktu tunggu hasil yang lama serta beban kerja teknisi yang berat. Teknologi ini memungkinkan laboratorium mempertahankan alur kerja filtrasi membran standar, namun dengan lonjakan efisiensi yang signifikan. Product Manager PT Prolabios Mitra Analitika, Iqrar Hanif Abdillah, menjelaskan bahwa MICA Advance  bekerja dengan memproses koloni pada tahap mikro (micro-colony stage).

"MICA Advance memungkinkan kita tidak lagi menunggu koloni tumbuh sempurna secara kasat mata. Sistem ini menggunakan pencitraan definisi tinggi dan algoritma machine-learning untuk mendeteksi serta menghitung mikroorganisme sejak tahap mikro-koloni. Hal ini secara drastis memangkas waktu tunggu hasil tanpa meninggalkan metode kultur konvensional yang menjadi standar emas di laboratorium," ujar Iqrar dalam seminar teknis "Diamidex - The Gold Standard in Microbial Water Testing Rapid Detection with CFU Quantification" yang diselenggarakan PT Prolabios Mitra Analitika di sela-sela pameran Lab Indonesia 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada 15 April 2026. 

Lebih lanjut, Iqrar juga memaparkan tiga keunggulan utama yang menjadikan sistem ini berbeda dari metode konvensional:

1.⁠ ⁠Berbasis Kultur (Culture-Based): MICA Advance tetap menggunakan media agar, sehingga hasil yang diperoleh murni berasal dari pertumbuhan nyata mikroorganisme yang layak (viable), bukan sekadar sinyal tidak langsung atau asumsi.

2.⁠ ⁠Kecepatan melalui Tahap Mikro-Koloni: Konsep Pasteurian Culture 2.0 diadopsi oleh MICA Advance untuk melakukan enumerasi lebih cepat dan menyajikan hasil dalam satuan CFU/L dengan akurasi tinggi.

3.⁠ ⁠Integrasi Deteksi dan Enumerasi: Koloni yang telah diberi penanda molekuler dapat dihitung dan diidentifikasi secara simultan dalam satu langkah, sehingga meniadakan kebutuhan untuk tahap konfirmasi tambahan.

Kapasitas MICA Advance terbilang sangat impresif karena mampu memproses hingga 500 analisis hanya dalam waktu 8 jam. Otomatisasi ini membantu meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) serta mengurangi ketergantungan laboratorium terhadap personel dengan tingkat keahlian spesifik yang sangat tinggi, tanpa mengorbankan kepatuhan terhadap standar mikrobiologi berbasis kultur.

Inovasi yang dibawakan oleh PT Prolabios Mitra Analitika diharapkan menjadi standar baru bagi laboratorium di Indonesia dalam mencapai efisiensi operasional tanpa mengesampingkan presisi hasil. Fri-35


Artikel Lainnya