
Konsumsi mi instan yang cukup tinggi di Indonesia, ternyata menarik salah satu produsen pangan terkemuka Indonesia untuk turut memasuki bisnis tersebut. Adalah Nutrifood melalui salah satu brand unggulannya, Tropicana Slim yang mempersembahkan inovasi terbarunya tepat di Hari Gizi Nasional 2012 yaitu Tropicana Slim Low Fat Noodles. Produk ini diklaim memiliki beberapa keunggulan diantaranya lebih rendah lemak, kalori lebih rendah hingga 40%, kandungan garamnya jauh lebih sedikit serta memiliki rasa yang nikmat yaitu Hainan Chicken & Roasted Duck .
Head of Nutrifood Research Center Division, Susana STP, MSC, PD Eng, mengungkapkan bahwa Indonesia adalah produsen mi instan kedua terbesar di dunia. "Padahal, mi instan yang banyak dijual pasaran cenderung tinggi lemak dan tinggi garam atau sodium," kata Susana. Oleh karena itu, Tropicana Slim low Fat Noodles hadir dengan lemak yang jauh lebih rendah dari mi instan lainnya karena dikeringkan dengan cara dipanggang di oven, bukan digoreng seperti mi instant pada umumnya. Selain itu, karena kandungan lemaknya lebih rendah, maka kandungan kalori pada Tropicana Slim Low Fat Noodles pun lebih rendah.”
Masalah gizi di Indonesia tidak hanya kekurangan gizi namun juga kelebihan gizi seperti berat badan berlebih bahkan obesitas, sehingga menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, penyakit jantung dan hipertensi.
Prof. C. Hanny Wijaya, Head of Food Chemistry Division at IPB and Food Science Expert menjelaskan,” Data statistik menunjukkan 3 dari 10 orang Indonesia menderita hipertensi. Salah satu yang menyebabkan hal ini adalah jumlah konsumsi garam masyarakat Indonesia. Depkes menyarankan agar masyarakat membatasa konsumsi garam hingga kurang dari 6 gram atau 1 sendok teh dalam sehari. Padahal garam itu sendiri tidak hanya terdapat dalam garam dapur, namun juga terdapat dalam berbagai makanan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi garam antara lain mengonsumsi lebih banyak produk segar, terutama buah dan sayur, membatasi penambahan garam pada masakan, cerdas dalam membaca label, serta mengurangi mengkonsumsi makanan olahan yang banyak mengandung garam tersembunyi dan tentunya memilih produk yang rendah garam”. @hendry

