Keamanan Pangan Perlu Dikendalikan di Setiap Tahap Produksi

Globalisasi dalam perdagangan dan industri tidak bisa dihindari, termasuk pangan. Menurut Direktur The Spring Institute, Dr. Sunarya, ciri-ciri dari globalisasi tersebut terlihat dari sumber bahan baku yang bisa diperoleh dari mana saja; produksi bisa dilakukan dimana saja; pemasaran bisa kemana saja; rantai suplai semakin panjang; risiko kontaminasi dan perubahan semakin besar; dan aspek keamanan pangan semakin penting. "Oleh sebab itu, pengendalian keamanan pangan harus dilakukan dengan baik," tutur Sunarya dalam Seminar Food Safety yang diselenggarakan oleh TUV Nord Indonesia beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa pengendalian keamanan pangan tidak cukup dengan kontrol produk akhir. "Perlu pengendalian pada tiap tahap proses," tambah Sunarya. Saat ini HACCP merupakan sistem yang paling umum diterapkan untuk pencegahan dan memperkecil risiko yang dapat membahayakan keamanan pangan.
Selain itu, juga banyak model sistem jaminan mutu dan keamanan pangan, baik yang bersifat international, national, maupun private standard. "Namun pada prinsipnya sama, yakni berdasarkan GMP, HACCP, Sistem Manajemen Keamanan Pangan, dan Aspek Regulasi," kata Sunarnya. Hal yang membedakan adalah cara implementasi, cara audit, model sertifikat, dan lingkup pengakuan. @hendryfri

 


Artikel Terkait