Kepercayaan konsumen di Indonesia mencapai indeks tertinggi sejak tahun 2010 pada kwartal pertama 2012 ini. Mengacu pada temuan kepercayaan konsumen global dari Nielsen, Indonesia tetap berada pada urutan ketiga negara paling optimis di dunia setelah India dan Arab Saudi. Indonesia berada pada peringkat ketiga bersama dengan Filipina.Dalam hasil survei terakhir yang dilaksanakan antara 10-27 Februari 2012 lalu, Nielsen mencatat, kepercayaan konsumen global meningkat 5 poin mencapai 94 dan kepercayaan secara menyeluruh meningkat di 68 persen dari semua negara yang di survei, dibandingkan pada Q4 2011 dimana kepercayaan meningkat di 21 persen dari total negara yang di survei. Kepercayaan konsumen di Q1 2012 meningkat di 38 dari 56 negara, turun di 16 negara dan stabil di 2 negara.
“Walaupun terdapat kemungkinan naiknya harga bahan bakar dan barang-barang, konsumen di Indonesia tetap optimis, hal ini dapat disebabkan karena adanya stabilitas perekonomian global. Namun, kondisi perekonomian yang tidak terlihat masih rapuh di banyak negara di dunia, hal ini dapat berdampak pada kepercayaan konsumen dan keinginan mereka untuk membelanjakan uang mereka di kwartal mendatang,” jelas Managing Director Nielsen Catherine Eddy di Jakarta awal Mei ini.
Konsumen Indonesia menunjukkan tahun ini adalah waktu terbaik untuk berbelanja. Hal itu terlihat dari sebanyak 79% dari konsumen online di Indonesia mengemukakan bahwa keadaan keuangan pribadi mereka dalam 12 bulan ke depan sebagai luar biasa atau baik. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi teratas bersama India dan Filipina sebagai negara yang paling optimis di dunia terhadap keadaan keuangan pribadi mereka.
Sebagai implikasi dari keyakinan terhadap keadaan keuangan pribadi, lebih dari setengah responden menunjukkan bahwa saat ini adalah saat yang baik untuk membeli hal yang mereka inginkan atau butuhkan Selain itu,sebanyak 71% dari responden di Indonesia juga yakin akan prospek pekerjaan lokal di tahun mendatang. “Walaupun konsumen tergolong optimis akan keadaan keuangan pribadi mereka selama empat kwartal terakhir, mereka juga sangat berhati-hati akan pengeluaran mereka. Dengan meningkatnya keadaan perekonomian global dan regional, konsumen merasa lebih percaya diri
dengan keadaan keuangan mereka dan bersedia untuk melonggarkan "ikatan? untuk membeli hal-hal yang mereka inginkan ataubutuhkan,” ujar Catherine.Fri-08

