Saatnya Kaum Muda Kembangkan Kakao Indonesia


Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia yang diikuti dengan tingginya permintaan dan kestabilan harga. Pada akhir 2015, diketahui komoditas kakao berkontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) sebesar 9%. Namun, hal tersebut belum diiringi oleh ketertarikan dan partisipasi kaum muda di sektor pertanian kakao, yang berdampak pada keberlanjutan sektor ini di masa mendatang. Fakta tersebut tercermin dari hasil penelitian Mondelez Indonesia bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memperlihatkan rendahnya partisipasi kaum muda dalam pertanian kakao. Selain itu, petani kakao masih didominasi oleh small holder farmer atau petani dengan lahan kecil yang berusia di atas 40 tahun.

"Kaum muda sebagai generasi penerus merupakan pilar penting dalam program Cocoa Life. Kami bergerak untuk menjadikan pertanian kakao sebagai wadah yang menjanjikan bagi kaum muda untuk tumbuh dan berkarir," tutur Khrisma Fitriasari, Head of Corporate & Government Affair Mondelez Indonesia, dalam acara Youth Engagement in Sustainable Agriculture yang di selenggarakan di Jakarta pada 15 November 2016.

Di antara solusi yang ditawarkan adalah dengan mendukung dan memfasilitasi kaum muda dengan mengadakan pelatihan pertanian kakao. Selain itu, pemuda juga dilibatkan dalam komunitas dalam rangka penyediaan alat-alat pertanian kakao. KI-29

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...