Penentuan Suhu dan Lama Prosess Ultra High Temperature (UHT)



Hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain proses aseptis adalah kombinasi suhu dan waktu proses sesuai tujuan yang hendak dicapai pada produk, misalnya untuk inaktivasi lipase, penurunan tiamin, inaktivasi protease, dan lain sebagainya (Gambar 1). Proses in-container sterilization biasanya terdapat pada kisaran suhu 110-1300C dengan waktu ribuan detik atau satuan jam. Sementara itu, proses UHT menggunakan suhu sekitar 1400C dalam waktu kisaran detik. 

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB< Eko Hari Purnomo menerangkan bahwa prinsip kerja sistem aseptis adalah produk yang diproses dengan kondisi yang aseptis sehingga menghasilkan produk yang steril. Di sisi lain, kemasan juga memperoleh perlakukan dengan tingkat aseptis yang sama sehingga produk aseptis merupakan produk yang dikemas secara hermetis di mana produk dan kemasan dalam kondisi yang steril. Jenis produk ini sebagian besar merupakan produk cair. Bahan pangan tersebut mulanya dipanaskan sampai tingkat suhu yang diinginkan, kemudian dipertahankan (holding) pada suhu tersebut selama beberapa detik di mana kondisi produk tetap mengalir. Selanjutnya, bahan pangan didinginkan dan dikemas dengan pengemasan aseptis. 

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Jan 23, 2021

    Strategi Percepatan Perapan Kecerdasan Buatan

    Penerapan dan adopsi teknologi digital maju seperti AI di industri pangan masih belum sesuai harapan. Banyak industri pangan saat ini berada pada posisi wait and see. Jika pesaingnya menerapkan AI, barulah dia juga akan menerapkan AI. ...

  • Jan 22, 2021

    Inovasi Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan

    Berbagai inovasi penggunaan kecerdasan buatan untuk pangan telah dilakukan di berbagai negara maju. Sebagai contoh, Majalah Forbes (April 2020) menyajikan artikel yang berjudul “This AI Camera Can Help Restaurants Show that Their Food is Safe from Coronavirus”. Penemuan mutakhir ini merupakan terobosan yang cukup nyata dalam industri pangan. Alat ini mampu memastikan bahwa makanan yang dihidangkan terbebas dari virus korona karena telah dipersiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dimungkinkan karena pembuatan makanan dipantau lewat kamera yang menggunakan algoritma cerdas dan teknik image recognition. ...

  • Jan 21, 2021

    Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan 2021

    Saat ini digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan industri. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robot mampu melaksanakan berbagai tugas lebih cepat dan lebih baik (presisi) dari pada manusia. Walaupun atmosfir digitalisasi di industri pangan sudah terasa sejak dicanangkannya program “Making Indonesia 4.0” beberapa tahun lalu, namun penerapannya masih belum memuaskan. Diperkirakan baru sekitar 5-10% industri pangan yang sudah melaksanakan program digitalisasi. Selebihnya baru pada tahap pengenalan (familiarisasi) atau bahkan belum mengenal digitalisasi sama sekali. Padahal kalau kita bandingkan dengan luar negeri, negara kita masih jauh tertinggal dalam proses digitalisasi. ...

  • Jan 20, 2021

    Kinerja Pangan Strategis

    Dari sisi suplai, sektor pertanian mencatat pertumbuhan positif dan menjadi bantalan (cushion) di tengah resesi ekonomi Indonesia. Sektor pertanian tumbuh 2,19 dan 2,15% (y-on-y) dan pada Q2 dan Q3- 2020. ...

  • Jan 19, 2021

    Pola Konsumsi Masa Pandemi

    Sepanjang tahun 2020, komponen sisi pengeluaran seluruhnya mengalamai kontraksi, kecuali pengeluaran pemerintah yang mengalami pertumbuhan 9,76% (y-o-y) pada Q3-2020. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga masih terkontraksi minus 4,04%, pengeluaran konsumsi LNPRT (Lembaga non-profit yang melayani rumah tangga) juga minus 2,12%, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) negatif 6,48%, ekspor negatif 10,82%, dan impor lebih parah sampai minus 21,86%. ...