Mengendalikan Kontaminan Hasil Proses dengan ALARA



Secara umum strategi As Low as Reasonably Achievable (ALARA) mencakup langkah preventif dalam proses formulasi, pengolahan dan proses lanjutan. Pada tahap formulasi, langkah preventif yang bisa digunakan misalnya subsitusi ingridien untuk menghambat terbentuknya senyawa kontaminan. Dalam tahap pengolahan, langkah preventif yang dilakukan misalnya dengan perlakukan proses panas yang cukup untuk menurunkan kandungan kontaminan. Adapun pada tahap pasca pengolahan, dapat dilakukan langkah preventif mengurangi penggabungan prekusor yang berpotensi menimbulkan bahaya serta pembentukan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

Peneliti Senior SEAFAST Center IPB, Purwiyatno Hariyadi menyontohkan tentang kasus akrilamida yang merupakan kontaminan hasil proses yang banyak terdapat dalam prosuk pangan yang dikonsumsi sehari-hari, misalnya produk bakeri, sereal, kentang, dan kopi. Senyawa ini awalnya diketahui dari riset The Swedish National Food Authority dan University of Stockholm pada 2002 yang menemukan akrilamida dalam konsentrasi µg/kg sampai mg/kg. Akrilamida termasuk dalam senyawa neurotoksik dan digolongkan dalam human probable carcinogen atau senyawa yang berpeluang menimbukan kanker pada manusia.

Lebih lengkapnya dapat dibaca di FOODREVIEW Indonesia edisi "Localizing Bakery Products" | Januari 2018 | Untuk pembelian atau langganan majalah bisa hubungi langganan@foodreview.co.id

Artikel Lainnya