
Pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia yang terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat, hal tersebut didorong oleh berbagai faktor, salah satunya perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen yang semakin memperhatikan kesehatan serta memilih produk makanan dan minuman yang lebih sehat. Pertumbuhan ini mencerminkan besarnya potensi sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Seiring berkembangnya industri pula, kebutuhan terhadap bahan baku, formulasi, dan solusi yang adaptif juga semakin meningkat untuk mendukung perkembangan industri di sepanjang rantai makanan dan minuman.
Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 hadir sebagai platform strategis yang mempertemukan pelaku industri, pemasok bahan baku, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat akses terhadap inovasi, memperluas jaringan, serta membuka peluang bisnis baru. Acara akan digelar pada 16–18 September 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta dengan mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”.
Hal tersebut mengemuka dalam jumpa pers di Jakarta (27/8) yang menghadirkan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, Direktur SEAFAST Center IPB Puspo Edi Giriwono, B2B Sales Manager PT Santos Premium Krimer Niko N. Songko, dan Regional Portfolio Director – ASEAN Informa Markets Rose Chitanuwat.
Fi Asia Indonesia 2026 direncanakan untuk hadir dalam skala yang lebih besar, berkembang dari 7 hall pada tahun 2024 menjadi 11 hall. Perluasan ini memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku industri untuk bertemu, mengeksplorasi inovasi, dan membuka peluang bisnis baru. Dalam upaya memperluas kolaborasi internasional, Fi Asia Indonesia 2026 juga menghadirkan lebih dari 10 Country Pavilions yang akan terlibat dan beberapa di antaranya merupakan negara baru yang bergabung antara lain: Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan dan Uni Eropa.
Adhi S. Lukman dalam kesempatan itu menyampaikan, “pertumbuhan industri makanan dan minuman perlu didukung oleh kemampuan pelaku usaha untuk terus beradaptasi terhadap kebutuhan yang semakin berkembang. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga akses terhadap sumber alternatif, inovasi, dan jaringan mitra yang lebih luas. Oleh karena itu, dibutuhkan platform yang mempertemukan antara industri, inovator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih adaptif dan berdaya saing.”
Adhi menambahkan bahwa Fi Asia Indonesia 2026 juga menghadirkan Natural Ingredients Pavilion membantu memperluas pilihan sumber bahan baku alami dan organik, Beverage Ingredients Pavilion membuka peluang untuk mengeksplorasi bahan baku dalam mendukung inovasi produk minuman, dan New Business Pavilion menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk menemukan beragam solusi, bertukar wawasan, memperluas jaringan, serta membangun kemitraan yang mendukung kebutuhan industri di masa depan.
Puspo Edi Giriwono menambahkan, pertumbuhan industri perlu diiringi dengan penguatan inovasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan riset agar industri dapat terus mengembangkan produk dan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar. “Riset dalam bidang pangan terutama pengembangan bahan baku membuka peluang untuk mengeksplorasi sumber alternatif, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan formulasi yang tetap memenuhi kualitas, keamanan, dan nilai gizi. Kolaborasi antara peneliti, industri, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk mempercepat adanya inovasi”
“Melalui Fi Asia Indonesia 2026, SEAFAST melihat peluang untuk menjembatani dan bertukar ide dan pemikiran dalam hal perkembangan pengetahuan, sains dan hasil riset dengan kebutuhan nyata industri. Platform ini dapat menjadi ruang untuk bertukar wawasan dan pengalaman bersama pelaku industri, peneliti, pemasok bahan baku, serta penyedia teknologi dari Indonesia maupun berbagai negara, sehingga kolaborasi dapat mendorong pengembangan solusi dan bahan baku yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan tangguh dalam menghadapi tantangan ke depan dalam menyediakan pangan dan berbagai produknya untuk banyak manfaat bagi konsumen dan masyrakat Indonesia,” kata Puspo.
Klik Next › untuk melanjutkan membaca.

