Penetrasi Pangan Nabati di Asia Pasifik



Plant-based food untuk konsumen Asia bukanlah hal yang asing. Penggunaan ingridien seperti kedelai dan gandum juga telah banyak diaplikasikan pada produk pangan sejalan dengan budaya dan praktik agama yang berlangsung. Misalnya saja tahu di China, telah dikenalkan sejak masa Dinasti Tang (618- 790M). Di Indonesia, tempe menjadi produk pangan nabati tradisional yang terbuat dari fermentasi kedelai. Menjadi bagian dari pangan lokal, hingga kini tempe masih terus dikonsumsi secara meluas oleh masyarakat Indonesia terutama di wilayah Jawa. Tidak jauh berbeda, Jepang juga secara masif memproduksi dan mengonsumsi yuba (tofu skin- hasil samping dari pembuatan secara tradisional sari kedelai). Yuba seringkali ditambahkan pada berbagai hidangan seperti sup, hotpot, atau digunakan sebagai pembungkus dumpling. Dari beberapa contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa penetrasi plant- based food di wilayah Asia bukanlah hal yang sulit. Cita rasa yang telah dikenali menjadi peluang yang besar. 

Lebih lengkapnya silakan baca secara langsung FoodReview Indonesia edisi Oktober 2021: "Trends in Food Sustainability" dengan fitur digital interaktif yang dapat diakses pada https://bit.ly/fri21onlineoktober

Tidak mau ketinggalan setiap edisinya?
Daftar langsung untuk berlangganan (GRATIS) https://bit.ly/FRIDIGITAL 

Gabung dan lengkapi koleksi majalah FoodReview:
Newsletter: http://bit.ly/fricommunity 
Search FOODREVIEW on TOKOPEDIA & SHOPEE

#foodreviewindonesia #foodscience #foodtechnology #ilmupangan #teknologipangan #industripangan #trends #food #sustainability

Artikel Lainnya

  • Des 04, 2021

    Bio-Instrumentasi & Otomatisasi Penyortiran Produk Pertanian

    Pada bidang teknologi pascapanen, khususnya untuk produk hortikultura, teknologi sistem penyortiran (sorting) dan pemutuan (grading) otomatis telah banyak diimplementasikan di negara- negara maju ...

  • Des 03, 2021

    Analisis Tekstur untuk Pangan Solid

    Tekstur merupakan salah satu atribut pangan penting selain sifat kimiawi/kandungan gizi dan mutu mikrobiologis. Apabila kadar gizi dan mutu mikrobiologis selalu menjadi parameter mutu produk pangan, tekstur seringkali tidak terdefinisikan dengan baik sebagai suatu parameter mutu apalagi sebagai indikator keamanan pangan. ...

  • Des 02, 2021

    Valorisasi Limbah Produk Pangan

    Valorisasi limbah adalah aktivitas proses industri yang bertujuan mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang, dan memulihkan limbah pertanian dan menjadi produk yang lain. ...

  • Des 01, 2021

    Tantangan Permintaan Pangan

    Menurut FAO, di tahun 2050 akan terjadi kenaikan permintaan pangan  hingga 70%. Hal ini memberikan tantangan bahwa dunia akan mengalami kelaparan. Survei Global Hunger Index (GHI) di tahun 2020 menunjukkan bahwa Indonesia menempati ranking 70 dari 107 negara dengan data kecukupan yang dihitung di tahun 2020 berdasarkan skor GHI di mana tingkat indeks kelaparan moderate. ...

  • Nov 30, 2021

    Produksi Pangan dengan Ekonomi Sirkular

    Ekonomi sirkular memberikan kesempatan mendukung pengembangan industri berkelanjutan, mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam (energi, bahan bakar, air, pangan), serta manajemen limbah. ...