Oleh Henky Wibawa
Saat ini banyak sekali jenis candy yang beredar di pasaran. Karakteristik setiap jenis candy sangat menentukan pemilihan kemasan yang akan digunakan. Tiga jenis candy yang paling populer yakni chocolate candy, hard candy, dan soft candy.

Dalam chocolate candy, cokelat dapat berfungsi sebagai water vapor barrier, yang dapat melindungi isi di dalamnya. Cokelat dibungkus dalam material yang greaseproof. Soft candy memiliki karakter berisi banyak kandungan air yang mudah menguap, sehingga produk ini harus dilindungi dari penguapan air. Sedangkan hard candy terdiri dari amorphous sugar dengan flavor tambahan. Candy ini juga sangat higroskopis karena kandungan airnya yang sangat rendah. Lebih lanjut sugar candies bertekstur keras dan mudah pecah, sehingga harus dilindungi terhadap kerusakan fisik. Sifat-sifat tersebut perlu mendapat perhatian dalam memilih jenis kemasan yang akan digunakan.
Salah satu jenis kemasan yang cukup populer digunakan adalah flexible packaging. Kemasan tersebut berfungsi untuk melindungi candy dari peresapan atau penguapan air, kerusakan secara kimiawi atau biokimiawi, kerusakan fisik (bentuk, warna, dan kontaminasi), dan media komunikasi dengan konsumen. Material yang dipakai meliputi bahan utama untuk dicetak, lapisan yang memiliki sifat kekedapan terhadap uap air serta oksigen, adhesive, dan lapisan yang dapat direkatkan.
Bahan utama untuk dicetak dapat berupa art paper, nylon (PA), polyester (PET), Oriented Polypropylene (OPP), atau Polyvinyl Chloride (PVC). Lapisan yang mempunyai sifat barrier antara lain aluminium foil, nylon dengan PVDC coated, polyester dengan PVDC coated dan/atau metallized, oriented polypropylene dengan PVDC coated dan/atau metallized, dan Cast Polypropylene (CPP) metallized. Adhesive biasanya dapat berupa solvent base (dry lamination), solvent free (dry lamination), atau extrusion polyethylene (LDPE). Untuk seal layer yang direkatkan dengan panas, bahan yang dapat dipilih antara lain Low Linear Density Polyethylene (LLDPE), Cast Polypropylene (CPP) film, Ethylene Acrylic Acid (EAA), Ethylene Vinyl Acetate (EVA), extrusion polyethylene (LDPE), extrusion polypropylene (PP), atau cold seal yang di-coating. Proses yang dilakukan dalam candy flexible packaging disebut converting, yang meliputi printing, lamination, sitting, dan bag making.


Fungsi kritis untuk candy flexible packaging adalah kekedapan terhadap uap air (Water Vapor Transmission Rate, WVTR) dan oksigen (Oxygen Transmission Rate, O2TR). WVTR adalah permeable secara tetap kadar uap air yang menembus melalui film pada kondisi suhu dan kelembaban relatif yang telah dispesifikasikan. Nilai yang rendah mengindikasikan kekedapan terhadap uap air yang lebih baik. Hanya nilai yang diukur pada suhu dan kelembaban sama yang dapat dibandingkan, karena kadar transmisi diakibatkan oleh kedua parameter. Tabel 1 menunjukkan nilai WVTR untuk beberapa jenis film.
Faktor utama yang mempengaruhi WVTR adalah ketebalan film. Jika ketebalan film OPP pada desain produk yang sama dua kali lebih tebal daripada yang lain, maka nilai WVTR akan menjadi setengahnya. Hal ini dikarenakan sifat kerapatan film OPP.
OTR merupakan nilai konstanta pada jenis material yang sama, dimana diukur kadar gas oksigen yang menembus film pada kondisi spesifik suhu dan kelembaban relatif. Nilai OTR beberapa jenis film yang sering dipakai dapat dilihat pada Tabel 2.
Kekedapan terhadap oksigen dapat dicapai dengan menggabungkan lapisan-lapisan film untuk mendapatkan nilai yang diinginkan dan juga sifat-sifat lainnya yang penting agar mendapatkan pengemasan yang optimal. Misalnya, nilai OTR yang tinggi kadangkala juga perlu diimbangi dengan kekedapan terhadap air dan sifat mekanis lainnya, yang didapat dari lapisan lainnya seperti co-extruded atau laminasi.
Henky Wibawa, Direktur Federasi Pengemasan Indonesia (FPI).

