
Ekspo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2011 kembali digelar untuk yang kedua kalinya setelah kesuksesannya pada tahun 2010 lalu. Gelaran inovasi perkebunan tersebut diselenggarakan pada tanggal 14 – 16 Oktober 2011 bertempat di Kartika Expo, Balai Kartini – Jakarta, dengan lahan seluas 4000 m2. Expo yang mengambil tema "Inovasi Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing dan Ekspor Perkebunan" memiliki beragam kegiatan seperti pameran, Seminar Nasional Inovasi Perkebunan, Seminar Nasional Pestisida Nabati, Temu Bisnis Inovasi dan Produk Perkebunan, Aneka Lomba dan Hiburan.
Pameran ENIP 2011 kali ini cukup meriah karena didukung oleh 76 peserta penggiat perkebunan baik dari lembaga akademisi, pemerintah, pengusaha hingga media cetak. Ajang tersebut diprakarsai oleh Badan Penelitian Pengembangan (Litbang) Pertanian, Kementerian Pertanian yang bertujuan menjembatani serta memperkenalkan teknologi perkebunan kepada masyarakat luas, terutama pihak yang terkait dengan pengembangan sub sektor perkebunan yaitu para pengambil kebijakan, pengusaha, petani pelaku perkebunan dan stakeholder lainnya, serta merespon aspirasi dan permintaan dari masyarakat pengguna teknologi perkebunan.
Pada pembukaan ENIP 2011, Menteri pertanian Suswono, mengemukakan bahwa dunia perkebunan memiliki keunggulan akumulatif di pasar internasional dan dapat dikembangkan dengan adanya kegiatan penelitian dan pengembangan tanaman perkebunan serta perbaikan ketersediaan inovasi teknologi maupun inovasi kebijakan."Peluang produk inovasi perkebunan untuk masuk ke pasar internasional terbuka lebar dan semakin menarik ke depannya," ujar Suswono.
Ia juga menyatakan berbagai persoalan yang dihadapi sektor perkebunan antara lain keterbatasan lahan, sistem perbenihan yang belum optimal, perubahan iklim global dan persaingan dagang. Dalam meningkatkan daya saing global dan peningkatan ekspor perkebunan diperlukan upaya penerapan inovasi teknologi pertanian. Oleh karena itu, program pemerintah khususnya kementerian pertanian ke depan akan fokus terhadap program intensifikasi yang memerlukan inovasi teknologi hasil riset.
Kegiatan ENIP 2011 diresmikan oleh Menteri Perekonomian Hatta Radjasa mewakili Wakil Presiden Boediono yang berhalangan hadir. Hatta amat mengapresiasi kinerja kementerian pertanian dalam menggelar expo ini, karena memperkenalkan teknologi perkebunan kepada masyarakat luas. Hatta juga mengemukakan optimismenya melihat pertumbuhan Indonesia yang bergerak cepat sekitar 6,5% pada tahun lalu dan diharapkan akan meningkat menjadi sekitar 6,7% pada tahun depan. Sektor perkebunan, lanjut Hatta, menjadi salah satu faktor penting dibalik pertumbuhan ekonomi tersebut karena potensinya dalam menyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) cukup besar dan penyerapan tenaga kerja yang tinggi.
"Negara tidak boleh lalai memberi perlindungan kepada sektor pertanian khususnya petani baik dengan penyediaan benih, kemudahan akses dalam permodalan hingga lahan." imbuhnya. Dengan ini, tidak ada lagi ketergantungan kebutuhan pangan sebagai kebutuhan yang paling mendasar dari masyarakat Indonesia terhadap negara lain.
Pada pembukaan ENIP 2011 tersebut juga dilakukan pemberian bantuan kepada sejumlah kelompok tani yang bergerak dalam bidang perkebunan dengan ragam komoditasnya, penandatanganan kerjasama penelitian riset perkebunan dengan dunia usaha, serta pemberian penghargaan "Anugerah Inovasi Perkebunan" kepada mereka yang telah menerapkan dan mengembangkan inovasi perkebunan serta pihak yang mendorong atau menggerakkan penerapan inovasi perkebunan yang aplikatif serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, beberapa inovasi terkini di bidang perkebunan juga dilaunching pada gelaran ini diantaranya Bioport, tebu produksi tinggi dengan teknologi kultur jaringan, kopi SE, Cengkeh Aro dengan kapasitas produksi dua kali lipat, Kemiri minyak, Aren genjah, penelitian tanaman obat diantaranya sambiloto, pegagan, dan mentha, serta pestisida nabati. icha

