Galeri Inovasi Pertanian di Agro & Food Expo 2012



Berbagai hasil inovasi pertanian berbasiskan sumber daya lokal di pamerkan dalam Agro & Food Expo 2012 yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI -yang disampaikan oleh Plh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Yasid Taufik, diungkapkan bahwa pemberian nilai tambah pada produk pertanian sangat penting untuk meningkatkan daya saing.

Inovasi inilah yang tampaknya menjadi fokus berbagai Dinas Pertanian Indonesia. Hampir semua stand dari daerah-daerah di Indonesia memamerkan produk inovasi unggulannya. Diantaranya Paviliun Jawa Timur yang menyajikan aneka produk olahan buah. Sementara itu, Paviliun Jambi menghadirkan aneka varietas eksotis buah unggul.

Namun demikian, dalam talkshow yang diselenggarakan di sela-sela Pameran, Ketua Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran segar Indonesia (ASEIBSINDO) -Kafi Kurnia, masih sering menemui kendala dalam pemenuhan permintaan buah nusantara. "Jika boleh memilih, kami lebih suka berjualan buah nusantara, karena lebih menguntungkan," tutur Kafi. Selain rendahnya produksi, faktor logistik juga menjadi permasalahan sendiri. "Kami juga kesulitan untuk mendistribusikan buah dan sayur dari berbagai wilayah di Indonesia. Apalagi produk hortikultura bersifat mudah rusak," tambah Kafi. Oleh sebab itu, koordinasi dan dukungan dari berbagai lembaga pemerintah terkait sangat diperlukan. "Kementerian Pertanian RI tidak bisa bermain sendiri, tetapi juga harus ada dukungan dari Kementerian terkait lainnya," kata Bambang Kuncoro dari Direktorat Pemasaran Domestik Kementerian Pertanian RI.

Agro & Food Expo rencananya berlangsung pada 31 Mei hingga 3 Juni mendatang. Ketua Penyelenggara, H. Syukur Sakha, mengungkapkan bahwa dalam pameran kali ini diikuti oleh 170 peserta. "Diantaranya adalah peserta dari luar negeri seperti Taiwan dan Cina," ungkap Syukur. @hendryfri

Artikel Terkait