Oleh Dr. Wahyu Supartono
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
dan
Redaksi Ahli FOODREVIEW INDONESIA
Tanggal 1 Juni sudah ditetapkan sebagai Hari Susu Nusantara serta telah diperingati ke empat kalinya di Indonesia. Peringatan tahun 2012 ini dipusatkan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan dilaksanakan di Jogjakarta Expo Center (JEC) selama 3 hari, tanggal 1-3 Juni 2012 dan merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Daerah DIY. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama peringatan Hari Susu Nusantara bertujuan untuk memperkuat sosialisasi konsumsi susu segar dan memperkenalkan produk-produk olahan susu maupun peralatan proses pengolahannya, dan puncak acaranya dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2012.
Pada tanggal 2 Juni 2012 dilangsungkan puncak acara Hari Susu Nusantara yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan, Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono X, jajaran pejabat Kementerian Pertanian, pejabat pemerintah daerah, Asosiasi Industri Pengolah Susu, Kelompok Peternak, anak-anak sekolah, dan para undangan. Tema Hari Susu Nusantara 2012 adalah “Minum Susu Segar, Tubuh Bugar, Otak Pintar”. Selanjutnya dalam acara tersebut juga dilakukan kegiatan minum susu segar bersama yang dipimpin oleh Bapak Wakil Menteri Pertanian dan Gubernur DIY serta diikuti oleh semua undangan. Di bagian akhir acara puncak ini dilakukan pula acara Talk Show yang menghadirkan nara sumber Wakil Menteri Pertanian, Gubernur DIY, Ketua Asosiasi Pengusaha Susu Segar, serta Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menjelaskan tentang posisi DIY sebagai salah satu produsen susu segar yang banyak dihasilkan oleh kabupaten Sleman. Sebelum terjadinya erupsi Gunung Merapi jumlah sapi perah di kabupaten Sleman sebesar 5500 ekor dan sebagian besar mati, tetapi saat ini telah dilakukan revitalisasi kembali sehingga jumlah sapinya mencapai 5000 ekor. Banyak peternak yang menggantungkan hidup dari produksi susu segar, sehingga kondisi ini dikenal sebagai susu berbasis kerakyatan.
Selanjutnya Wakil Menteri Pertanian, Dr. Rusman Heriawan, menyampaikan bahwa tingkat konsumsi susu segar nasional masih sangat rendah 11,9 l/orang/tahun dibandingkan dengan tingkat konsumsi internasional bahkan di tingkat ASEAN. Kondisi ini sangat memprihantinkan mengingat susu segar merupakan sumber protein dan gisi yang lengkap, sehingga dikenal sebagai 4 Sehat 5 Sempurna setelah kita mengkonsumsi susu segar. Untuk meningkatkan konsumsi susu segar di Indonesia, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan Program Susu Sekolah, dimana anak-anak sekolah akan mendapatkan susu segar setiap hari.
Peningkatan konsumsi susu segar secara nasional akan direalisasi melalui beberapa program antara lain:
- Sosialisasi minum susu segar bagi anak-anak sampai pada tingkat Posyandu.
- Proses pengolahan yang memenuhi kaidah-kaidah Good Manufacturing Practices (GMP) setelah susu diperah, minimal dilakukan proses pasteurisasi agar susu segar yang disajikan dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi.
- Penambahan jumlah sapi perah di Indonesia agar produksi nasional susu segar bisa ditingkatkan. Saat ini di Indonesia hanya memiliki 600.000 ekor sapi perah yang tersebar di seluruh wilayah dan produktivitasnya masih tergolong rendah. Pada tahun ini pemerintah telah mengimpor sapi perah sebenyak 2300 ekor, agar produksi susu segar nasional dapat ditingkatkan.
Saat ini kebutuhan susu nasional masih dicukupi dengan melakukan importasi susu sebanyak 70% dari kebutuhan nasional dan hanya 30% yang dihasilkan oleh peternak nasional. Oleh sebab itu telah disusun Road-Map untuk meningkatkan konsumsi susu di tanah air, yang antara lain adalah peningkatan capacity building semua stakeholders yang berperan dalam produksi susu serta penguatan kelembagaannya.
Kemudian pemerintah berupaya untuk mensukseskan Road-Map yang telah dicanangkan tersebut serta mempercepat peningkatan konsumsi segar melalui:
- Melakukan sosialisasi untuk semua masyarakat Indonesia tentang manfaat susu segar bagi manusia. Upaya ini merupakan program “penyegaran kembali” tentang pola makan 4 Sehat 5 Sempurna yang menyarankan konsumsi susu untuk kesempurnaan asupan gizi.
- Melakukan kampanye tentang susu segar sebagai sumber protein hewani yang sangat dibutuhkan manusia, karena di dalamnya terdapat asam amino essesial yang hanya terdapat dalam protein hewani tersebut.
- Peningkatan industri susu di skala nasional. Kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan membangun sistem industri susu tingkat nasional, sehingga dengan kenaikan konsumsi susu segar di tingkat masyarakat maka akan meningkatkan permintaan yang harus dipenuhi oleh peternak susu dan susu segar hasil perahan kemudian dikirimkan ke industri pengolahan susu untuk diproses secara higienis sehingga siap konsumsi dan aman saat diminum.

