Regulasi Klaim Produk Pangan dan Perkembangannya.



Perkembangan produk pangan dengan klaim kesehatan terus meningkat didukung dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat. Produk pangan olahan mempunyai kontribusi besar dalam konsumsi bahan pangan yang masuk ke dalam tubuh manusia. Rata-rata konsumsi produk pangan olahan mencapai seperempat bagian dari total konsumsi harian. Hal tersebut menjelaskan bahwa produk pangan memiliki potensi perkembangan yang besar.
 
Dalam FOODREVIEW INDONESIA In-depth Seminar bertajuk Challenges and Opportunities of Functional Food Industry yang diselenggarakan di IPB International Convention Center, Bogor pada 13 Oktober 2016, Kepada Sub Direktorat Standarisasi Pangan Khusus Badan POM, Yusra Egayanti, S.Si, Apt menjelaskan bahwa regulasi terbaru tentang klaim produk pangan diatur dalam Peraturan Kepala Badan POM Nomor 16 tahun 2016. Dalam peraturan tersebut, istilah pangan fungsional yang dipakai pada peraturan sebelumnya diganti dengan produk pangan berklaim. Sehingga, secara garis besar ada tiga kelompok produk pangan yang diatur dalam peraturan baru ini yaitu klaim kandungan gizi, klaim fungsi kesehatan, serta klaim fungsi lain. Ada beberapa klaim baru yang dikeluarkan yaitu klaim “free from” seperti klaim bebas gula dan klaim isonotik. Selain ada juga klaim yang dihapus seperti klaim terkait indeks glikemiks (IG) karena belum bisa mempertimbangkan glycemic load (GL) dari produk. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Jan 21, 2021

    Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan 2021

    Saat ini digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan industri. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robot mampu melaksanakan berbagai tugas lebih cepat dan lebih baik (presisi) dari pada manusia. Walaupun atmosfir digitalisasi di industri pangan sudah terasa sejak dicanangkannya program “Making Indonesia 4.0” beberapa tahun lalu, namun penerapannya masih belum memuaskan. Diperkirakan baru sekitar 5-10% industri pangan yang sudah melaksanakan program digitalisasi. Selebihnya baru pada tahap pengenalan (familiarisasi) atau bahkan belum mengenal digitalisasi sama sekali. Padahal kalau kita bandingkan dengan luar negeri, negara kita masih jauh tertinggal dalam proses digitalisasi. ...

  • Jan 20, 2021

    Kinerja Pangan Strategis

    Dari sisi suplai, sektor pertanian mencatat pertumbuhan positif dan menjadi bantalan (cushion) di tengah resesi ekonomi Indonesia. Sektor pertanian tumbuh 2,19 dan 2,15% (y-on-y) dan pada Q2 dan Q3- 2020. ...

  • Jan 19, 2021

    Pola Konsumsi Masa Pandemi

    Sepanjang tahun 2020, komponen sisi pengeluaran seluruhnya mengalamai kontraksi, kecuali pengeluaran pemerintah yang mengalami pertumbuhan 9,76% (y-o-y) pada Q3-2020. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga masih terkontraksi minus 4,04%, pengeluaran konsumsi LNPRT (Lembaga non-profit yang melayani rumah tangga) juga minus 2,12%, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) negatif 6,48%, ekspor negatif 10,82%, dan impor lebih parah sampai minus 21,86%. ...

  • Jan 18, 2021

    Industri Pangan 2021

    Pandemi virus korona di tahun 2020 telah menyebabkan perubahan di berbagai lini kehidupan, seperti cara berbelanja, bersosialisasi, belajar hingga hiburan dan lainnya. Industri pangan misalnya, harus segera menyesuaikan dengan kondisi yang tidak menentu untuk tetap dapat menyediakan kebutuhan pangan bagi konsumennya (yang lebih memilih dan sadar mencari produk-produk untuk kesehatan dan kebugaran). ...

  • Des 30, 2020

    Tren Snack Lebih Menyehatkan

    Produk snack bercita rasa asin-gurih (savory snacks) sampai saat ini masih banyak diminati dan mengisi pasar-pasar yang ada. Pertumbuhan ekonomi dan pergeseran demografis menciptakan pemintaan yang baru untuk produk dengan pengalaman rasa yang lebih banyak di negara Asia. Pasar konsumen yang muncul di Asia lebih memilih produk dengan flavor yang kuat dengan karakter eksotis yang lekat.  ...