Kualitas dan Stabilitas Krim Isian Biskuit



Krim isian biskuit merupakan bagian yang dipersepsikan memiliki rasa creamy serta mouthfeel khas saat masuk ke rongga mulut. Hal tersebut erat kaitannya dengan kualitas dan stabilitas koposisi penyusunnya.

Kualitas dan stabilitas krim isian yang baik merupakan hasil kombinasi dari pemilihan tipe bahan baku minyak serta bahan pengemulsi yang digunakan. Sistem emulsi sinergis antara bahan pengemulsi hidrofilik dan
lipofilik dipandang memiliki pengaruh yang lebih baik dibandingkan menggunakan bahan pengemulsi lipofilik saja.

Selengkapnya Jenny Elisabeth R&D Dept of Edible Oil and Fat-Wilmar Indonesia akan membahas tentang lemak pada krim isian produk bakeri di FOODREVIEW INDONESIA Edisi Happy Indulgence Vol 12, No.3 Maret 2017 di www.foodreview.co.id atau pustakapangan.com 

Artikel Lainnya

  • Apr 16, 2021

    Eksplorasi Ingridien Pangan Lokal

    Indonesia sangat kaya akan sumber-sumber ingridien pangan. Beberapa ingridien tersebut bersifat multifungsional dan memiliki karakter yang spesifik. ...

  • Apr 15, 2021

    Empat Kategori Flavor Pangan

    saat ini ada empat kategori flavor yang sedang menjadi kecenderungan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Keempat kategori tersebut adalah comfort flavour, nostalgic flavour, functional flavour dan millennial flavour. Comfort flavour adalah flavor yang membuat nyaman. ...

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...