Mengenal Gut Microbiota Brain Axis



Hubungan antara kondisi pencernaan dengan otak (gut-brain axis) kini semakin banyak diperhatikan. Penelitian terkait hal tersebut telah banyak dilakukan hingga menghasilkan pengetahuan baru di lintas bidang pangan, kesehatan dan psikiatri. Meskipun secara fisik letak usus dan otak terpisah oleh beberapa organ tubuh lainnya, nyatanya kedua organ tersebut memiliki hubungan yang amat dekat melalui 200 hingga 600 juta sistem syaraf.

Berbagai macam komunikasisecara tidak langsung terjadi antara kedua organ tersebut. Sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh otak dapat mempengaruhi sistem motorik, sensori, serta sistem sekresi yang memodulasi sistem pencernaan. Sebaliknya, sinyal atau kondisi yang disampaikan oleh syaraf usus dapat berpengaruh terhadap fungsi otak. Konsep dasar tersebut menjadi dasar pemikiran pentingnya peran mikrobiota usus dalam mempengaruhi fungsi otak melalui komunikasi timbal balik yang terjadi secara tidak langsung (gut microbiota-brain axis).

Selengkapnya di FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juni 2017 Managing Shelf Life of Dairy Products www.foodreview.co.id atau pustakapangan.com

Artikel Lainnya

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...

  • Mar 25, 2021

    Formulasi dan Fungsionalitas Snack Bars

    Tren kesehatan dan kebugaran pada produk pangan meningkat pesat pada beberapa tahun terakhir karena konsumen beralih dengan lebih memilih produk yang melalui sedikit proses (less-processed) dan lebih alami/organik dibandingkan produk regular.  ...

  • Mar 24, 2021

    Teknologi Snack Bars Ubi Jalar dan Kacang-kacangan

    Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai dan tepung kacang hijau. Laboratorium Pengolahan Pangan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal.  ...