Tantangan Inovasi Ingredien Pangan



Bahan tambahan pangan adalah senyawa yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan jumlah dan ukuran tertentu. Bahan ini memiliki peranan yang penting, seperti untuk memperbaiki warna, bentuk, cita rasa, dan tekstur. "Food ingredient memiliki peranan yang sangat penting terhadap industri makanan dan minuman," ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Ir. Panggah Susanto, M.M. dalam acara pembukaan Jakarta International Food Expo (JIFEX) Creative Innovation on Food Ingredient pada 10 Agustus 2017 di Jakarta.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan industri makanan dan minuman sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mengimbangi hal tersebut, maka food ingredient harus terus melakukan inovasi dan tidak terfokus pada satu produk saja agar mampu memenuhi keinginan serta kebutuhan konsumen. Fri-34

Artikel Lainnya

  • Apr 16, 2021

    Eksplorasi Ingridien Pangan Lokal

    Indonesia sangat kaya akan sumber-sumber ingridien pangan. Beberapa ingridien tersebut bersifat multifungsional dan memiliki karakter yang spesifik. ...

  • Apr 15, 2021

    Empat Kategori Flavor Pangan

    saat ini ada empat kategori flavor yang sedang menjadi kecenderungan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Keempat kategori tersebut adalah comfort flavour, nostalgic flavour, functional flavour dan millennial flavour. Comfort flavour adalah flavor yang membuat nyaman. ...

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...