Pangan Steril Komersial dan Regulasinya


 

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM RI nomor 24 tahun 2016, pangan steril komersial didefinisikan sebagai pangan yang berasam rendah yang dikemas secara hermetis, disterilisasi komersial dab disimpan pada suhu ruang. "Produk steril komersial dapat berupa pangan steril komersial yang disterilisasi setelah dikemas maupun yang dioleh dengan proses aseptis," tutur Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan POM RI, Ir. Tetty H. Sitombing pada acara In-depth Seminar Foodreview Indonesia: Pangan Steril Komersial, Regulasi dan Aplikasinya yang diselenggarakan di Bogor pada 17 Oktober 2017.

 

Ia menjelaskan bahwa peraturan pangan steril komersial tersebut merupakan bagian dari Program Manajemen Risiko (PMR) di mana diharapkan industri dapat memantau atau mengontrol terkait penerapan manajemen risiko. Lebih lanjut, Peneliti Senior SEAFAST Center IPB, Prof. Purwiyatno Hariyadi menjelaskan bahwa sebagai kelompok pangan berpotensi bahaya tinggi, maka diperlukan standar kecukupan proses panas yang harus dicapai. "Teknologi ini merupakan teknologi awal pengolahan pangan yang terus dikembangkan, misalnya dari standar kualitatif menjadi kuantitatif," jelas Purwiyatno. Fri-29


Selengkapnya dapat dibaca di Foodreview Indonesia edisi November 2017

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...