Proses Terbentuknya Biofilm oleh Mikroorganisme



Proses terbentuknya biofilm pada permukaan padat telah dijelaskan dalam berbagai literatur.  Pada awalnya bakteri dapat menempel secara acak dan dapat balik (reversibel) yang antara lain dapat dipengaruhi oleh adanya senyawa yang teradsorpsi pada permukaan, tumbukan secara acak,  motilitas bakteri, porositas permukaan, reologi aliran dan lain-lain.  Penempelan dapat balik ini dapat berkembang menjadi penempelan tak dapat balik (irreversible) apabila terjadi ikatan kimiawi yang makin kuat antara bakteri dan permukaan, seperti ikatan hidrogen, hidrofobik, ikatan kovalen dan sebagainya.  

Hal ini menyebabkan pertumbuhan bakteri dan produksi polisakarida ekstraseluler yang memerangkap bakteri lainnya ke dalam komunitas biofilm.  Biofilm yang terbentuk dapat mengalami pelepasan berupa sloughing atau erosion yang dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain meningkatnya kandungan gula dalam fase cair. Resultan antara jumlah bakteri yang menempel dan yang melepaskan diri itulah yang tercermin sebagai densitas atau populasi biofilm. Donlan (2002) merangkum berbagai faktor yang penting yang berpengaruh terhadap penempelan sel bakteri dan pembentukan biofilm. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari sel mikroorganisme, permukaan padat maupun aliran cairan yang bersinggungan dengan permukaan padat tersebut.

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...

  • Mar 25, 2021

    Formulasi dan Fungsionalitas Snack Bars

    Tren kesehatan dan kebugaran pada produk pangan meningkat pesat pada beberapa tahun terakhir karena konsumen beralih dengan lebih memilih produk yang melalui sedikit proses (less-processed) dan lebih alami/organik dibandingkan produk regular.  ...

  • Mar 24, 2021

    Teknologi Snack Bars Ubi Jalar dan Kacang-kacangan

    Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai dan tepung kacang hijau. Laboratorium Pengolahan Pangan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal.  ...