TEI 2019: Ajang Promosi Produk Indonesia ke Pasar Global




Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 merupakan pameran dagang internasional terbesar di Indonesia yang akan diselenggarakan pada 16-20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, dengan tema “Moving Forward to Serve The World”.

“TEI 2019 akan menampilkan produk-produk yang berkualitas sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia ke pasar global,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Dody Edward dalam Press Conference TEI 2019 di Jakarta pada 08 September 2019 lalu.

Pameran ini akan terbagi menjadi beberapa zona, diantaranya zona produk potensial dan unggulan nasional. “Sistem zonasi ini ditentukan dengan cermat dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk saran dari berbagai pihak di penyelenggaraan TEI sebelumnya,” imbuh Dody.

Lebih lanjut, rincian sistem zonasi pada pameran TEI 2019 adalah sebagai berikut: Kuliner Nusantara berada di hall 1 & 10; Produk Lokal Unggulan di hall 2; Produk Kreatif dan Premium di hall 3 dan 3A; Produk Manufaktur dan Jasa di hall 5 dan 6; Produk Makanan dan Minuman di hall 7 & 8; serta Produk Dekorasi dan Furnitur di hall 9.

Pada TEI 2019 akan diselenggarakan pula agenda misi pembelian, misi dagang lokal, serta penjajakan bisnis untuk membicarakan potensi kerja sama bisnis, yang akan disuguhkan dalam berbagai kegiatan pendukung, seperti seminar, lokakarya, temu wicara, diskusi regional, kompetisi ekspor perusahaan rintisan, dan konseling bisnis.

Hingga 17 September 2019, telah terdaftar lebih dari 1.125 buyers dari 56 negara. Permintaan produk paling tinggi tahun ini, antara lain bahan makanan, kopi, kerajinan tangan, kemasan makanan dan minuman, coklat, dan barang konsumsi.

“Penyelenggaraan TEI 2018 telah berhasil membukukan nilai transaksi sebesar USD 8,49 miliar dengan produk yang paling diminati, antara lain makanan olahan, produk kimia, minyak kelapa sawit, produk perikanan, produk kertas, dan kertas. TEI 2018 berhasil menarik lebih dari 30 ribu pengunjung dari 132 negara, serta menghadirkan 1.160 peserta pameran yang menampilkan produk-produk terbaik Indonesia. Kami berharap TEI 2019 akan melampaui capaian TEI 2018,” pungkas Dody. FRI-34

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...