Jangkau Pasar Global dengan Virtual EastFood Indonesia Expo 2021




Pandemi COVID-19 yang tengah melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia, masih memberikan dampak yang besar terhadap berbagai sektor. Para pemangku kepentingan di Indonesia juga terus berupaya mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi Nasional di berbagai sektor industri, khususnya industri pangan. Dengan adanya keterbatasan mobilitas di masyarakat seperti saat ini, industri pangan semakin dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif. Perubahan strategi promosi dan pemasaran juga banyak dilakukan dengan menciptakan terobosan-terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin RI, M. Ari Kurnia Taufik menuturkan bahwa pemerintah juga terus mendukung promosi penggunaan produk-produk dalam negeri, khususnya pengenalan akan produk-produk lokal Indonesia. Dengan bantuan teknologi digital, para pelaku industri dapat melakukan invoasi terbaru dalam memasarkan produknya.




“Dengan terlaksananya pameran virtual EastFood Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan produk pangan dalam negeri sekaligus meningkatkan produk ekspor nasional, serta memotivasi para pelaku industri pangan untuk bangkit dan tetap memberikan gairah dalam perekonomian Indonesia di masa pandemi ini,” terang Ari dalam Upacara Pembukaan Virtual EastFood Indonesia Expo 2021 yang diselenggarakan oleh Krista Exhibition pada 22 Juni 2021.

Pameran yang akan dihelat selama lima hari ke depan, yakni pada tanggal 22 - 26 Juni 2021, sebagai ajang mempromosikan dan memasarkan produk Indonesia beserta keunggulannya di pasar nasional maupun global secara virtual. CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, dalam sambutannya menyebutkan bahwa pameran EastFood Indonesia 2021 diikuti lebih dari 150 peserta, baik dari lokal maupun internasional. Dan juga lebih dari 30 pelaku UMKM akan ikut mempromosikan produknya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, ikut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah-langkah yang dilakukan para pemangku kepentingan di Indonesia dalam upaya mendorong pertumbuhan perdagangan, peningkatan ekspor, dan berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional. Juga atas terselenggaranya pameran EastFood Indonesia ini.

“Kami juga berharap seluruh pelaku usaha khususnya di bidang industri pangan, bahan baku, teknologi, dan jasa layanan dalam bidang pangan, hasil laut, dan teknologi rantai pendingin serta produk kesehatan herbal yang berpartisipasi dalam pameran ini dapat menggali potensi dan peluang kerja sama untuk memenuhi pasar domestik maupun internasional dengan produk-produk Indonesia yang berdaya saing global,” pungkas Djauhari. Fri-37

 

Artikel Lainnya

  • Sep 26, 2021

    Pengembangan Pangan Tinggi Pati Resisten

    Pati resisten dapat secara alami terdapat pada suatu bahan pangan. Selain itu, dapat pula ditambahkan dari luar ata bahkan terbentuk akrena proses yang menyebabkan pati yang mudah dicerna pada bahan menjadi pati resisten. Berbagai komoditas lokal Indonesia yang digunakan sebagai bahan baku produk olahan di antaranya adalah komoditas yang secara alami memang tinggi kandungan pati resistennya. ...

  • Sep 25, 2021

    Pati Resisten dan Kesehatan Pencernaan

    Pati resisten sudah banyak diketahui mempunyai peran yang penting terhadap kesehatan, di antaranya adalah memperbaiki fungsi organ pencernaan, meningkatkan jumlah mikroflora baik, mempertahankan tingkat kolesterol darah dan dapat mengontrol diabetes karena indeks glikemiknya yang rendah. Pati resisten dapat memicu keluarnya sisa-sisa pangan yang tidak tercerna dengan meningkatkan massanya dan mendorong gerakan peristaltik usus, selain itu juga mengikat lemak- lemak dan kolesterol sehingga tidak menyebabkan terbentuknya plak yang mengotori dinding usus. ...

  • Sep 24, 2021

    Karakteristik dan Manfaat Pati Resisten

    Banyak penelitian menggolongkan pati resisten sebagai serat pangan. Tidak terhidrolisis menjadi glukosa-glukosa dalam usus halus dalam waktu 120 menit setelah dikonsumsi, akan tetapi dapat terfermentasi di dalam usus besar. Pati resisten tidak dapat atau sulit dicerna disebabkan karena beberapa hal, di antaranya adalah: (1) Pati dengan struktur molekul kompak yang menyebabkan enzim sulit untuk mencapai rantai molekulnya dan memecahnya menjadi glukosa, contohnya adalah pati alami dari biji-bijian juga umbi- umbian, (2) Rangkaian pati membentuk granula yang terangkai dalam jaringan bahan sehingga sulit untuk memecahkannya tanpa dilakukan pemanasan terlebih dahulu, seperti yang banyak terkandung pada kentang mentah, pisang yang masih hijau dan pati jagung tinggi amilosa. ...

  • Sep 23, 2021

    Mengenal Pati Resisten

    Pati resisten adalah pati yang tidak mudah dicerna atau dipecah oleh enzim amilase dalam sistem pencernaan tubuh sehingga lambat atau tidak dapat menghasilkan glukosa yang dapat diserap tubuh untuk menghasilkan energi. ...

  • Sep 22, 2021

    Peran Pati Sebagai Ingridien Pangan

    Pada dasarnya pati adalah ingridien penting dalam membentuk karakteristik tekstural produk pangan. Pati tersusun dari molekul- molekul gula dengan ikatan glikosida yang banyak mengandung gugus-gugus hidroksil. ...