Jangkau Pelanggan dengan Virtual World


Pandemi COVID-19 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi banyak pelaku industri. Meski sulit, ada banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk terus produktif dalam menjalankan kegiatan seperti dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Salah satu industri yang mengambil langkah strategis dalam bidang teknologi tersebut adalah Bühler. 

“Hari ini, dengan urgensi yang lebih besar dari sebelumnya, dunia bergantung pada industri makanan untuk berjalan seperti jarum jam. Harus memastikan rantai produksi yang solid dan luaran yang andal. Industri perlu beradaptasi dan belajar bagaimana berinovasi bersama sebagai mitra, bahkan ketika tidak dapat bertemu secara fisik,” jelas CEO Bühler Group, Stefan Scheiber.

Dengan pendekatan yang inovatif, program event Interpack fisik diubah menjadi digital melalui virtual world yang disebut sebagai Bühler Virtual World. Hal ini dimaksudkan untuk menjangkau dan berkomunikasi dengan pelanggan dan mitra melalui daring untuk menghadapi tantangab-tantangan secara kolaboratif.

“Kami ingin menunjukkan kepada pelanggan kami bahwa mereka dapat mengandalkan kami bahkan di saat kritis, baik untuk pengembangan produk baru, untuk melayani solusi mereka,  atau ketika mendigitalkan pabrik mereka untuk kenormalan yang baru,” tambah Scheiber. 

Pada virtual world tersebut, pelanggan dan pengunjung dapat menjelajahi booth secara virtual, bebas menghadiri program livestream yang menampilkan keynote dalam service solution dan special application  yang akan dipresentasikan oleh ahli food technologist. FRI-35

 

Artikel Lainnya

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...

  • Mar 25, 2021

    Formulasi dan Fungsionalitas Snack Bars

    Tren kesehatan dan kebugaran pada produk pangan meningkat pesat pada beberapa tahun terakhir karena konsumen beralih dengan lebih memilih produk yang melalui sedikit proses (less-processed) dan lebih alami/organik dibandingkan produk regular.  ...

  • Mar 24, 2021

    Teknologi Snack Bars Ubi Jalar dan Kacang-kacangan

    Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai dan tepung kacang hijau. Laboratorium Pengolahan Pangan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal.  ...