Menjaga Kualitas Produk Madu



Madu merupakan cairan manis alami yang diproduksi lebah madu dari nektar bunga atau sekresi bagian lain dari tanaman atau ekskresi dari insekta pengisap tanaman, yang dikumpulkan lebah, diubah dan dikombinasikan dengan bahan yang spesifik dari lebah untuk kemudian disimpan dan dibiarkan dalam sisiran madu hingga matang. Hal itu merupakan definisi madu menurut Codex Alimentarius Commision. Adapun menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), madu merupakan cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (extra floral nectar).

Hal itu disampaikan oleh Staf Pengajar Fakultas Peternakan IPB Dr. Yuni Cahya Endrawati dalam Pelatihan Manajemen Produksi dan Logistik Lebah Madu Tropika yang diselenggarakan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) di Kampus Fakultas Peternakan IPB, Kampus Darmaga Bogor pada 8-9 Oktober 2019. Untuk menjaga kualitas madu, maka dua hal utama yang harus diperhatikan adalah kadar air dan cara penyimpanan madu secara benar. Kadar air yang baik untuk madu adalah berkisar 17-22 persen, energi 304 kalori per 100 gram, karbohidrat 75-80%, dan kadar abu 0,2%.

"Kadar air madu tergantung pada sumber nektar dan lingkungan sekitar koloni, terutama kelembaban dan kondisi penyimpanan," kata Yuni. Ia menambahkan, madu sangat bermanfaat bagi seseorang yang mengonsumsinya karena memiliki beberapa sifat biologis yakni antimikroba, efek farmakologi, dan kandungan nutrisinya. Daya antimikroba madu meningkat dengan adanya Vitamin C dan mineral tertentu seperti Cu, Fe, dan Mn. Hal ini dibuktikan dari kemampuan antimikroba madu honeydew yang lebih tinggi dibanding madu nektar. "Daya antimikroba madu akan menurun bila madu dipanaskan atau terkena cahaya terus menerus,"tandasnya.

Sifat antimikroba madu ditunjukkan oleh derajat keasamannya yang rendah, yakni 3,9-4,2; kadar gula yang tinggi; adanya hidroksiperoksida dan tekanan osmosis. Hal positif lainnya adalah madu memiliki efek farmakologi, yakni dapat membantu menyembuhkan luka luar maupun beberapa infeksi pernafasan, malfungsi hati, dan masalah pencernaan. "Madu juga mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus yang resisten terhadap berbagai jenis antibiotik,"jelas Yuni. FRI

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...