Market trends di dunia crackers dan snacks – bagaimana menghadapi tantangan untuk tetap berinovasi?




Di saat masa pandemi Covid-19 dengan “new normal”, snacks atau makanan ringan dalam kemasan semakin diminati karena masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu dirumah dengan keluarga mereka. Di waktu yang sama, kecenderungan untuk memilih makanan yang bernutrisi dan lebih sehat meningkat pesat selama masa pandemi ini. Di tengah dua tren ini, crackers memiliki keunggulan sebagai snacks sehat dengan rasa yang nikmat. Tetapi, bagaimana produsen snacks mengembangkan tipe crackers baru yang sehat untuk menjadi unggul di market trends?




Ikuti seminar online gratis kami “Crackers 101: Market trends, product innovations and processing technologies,” pada hari Selasa, 30 Juni 2020 pukul 13.00 WIB, dimana kami akan mengupas dalam mengenai market snacks dan crackers. Jika anda tidak bisa mengikuti webinar online ini pada jadwal live yang telah ditentukan, atau waktunya sudah lewat anda bisa tetap bisa mendaftar ke link dibawah ini dan mengikuti versi rekamannya. Klik disini untuk melihat profile pembicara dan mengikuti Webinar Online gratis: https://bit.ly/webinarcrackers-buhler6

 



Hubungi Kami

PT. Buhler Indonesia
Kantor Pusat
Prominence Office Tower, 6th Floor
Jl. Jalur Sutera Barat 15, Alam Sutera
Tangerang, Indonesia 15143
Tel: +62 21 2977 9392

Application Center
Ruko Prominence
Jln Jalur Sutera Blok 38H No.7-9
Alam Sutera, Tangerang Banten 15143

Mailto: office.jakarta@buhlergroup.com

Artikel Lainnya

  • Nov 30, 2020

    Potensi Protein Whey sebagai Ingridien Fungsional

    Perkembangan teknologi pengolahan keju memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemanfaatan produk samping whey. Whey merupakan produk samping dalam bentuk cair yang dihasilkan dari koagulasi susu pada pengolahan keju. Pada abad 19, terjadi peningkatan produksi keju yang menghasilkan whey dengan biochemical oxygen demand (BOD) antara 35 - 45 kgm-3 dan chemical oxygen demand (COD) 60-70 kgm-3 yang memberikan kontribusi kategori whey sebagai limbah.  ...

  • Nov 29, 2020

    Uji Sensoris Berbasis Konsumen

    Pada dasarnya target produsen untuk penyesuaian selera atau rasa bagi konsumen. Sehingga, melibatkan konsumen dalam tahap uji sensori ini menjadi cukup penting. Dalam ilmu sensori, memang sering menggunakan konsumen sebagai panelis, hanya saja masih terbatas untuk uji afektif yakni uji kesukaan atau uji hedonik yang biasa digunakan untuk uji sensori penerimaan produk di konsumen.   ...

  • Nov 28, 2020

    Perkembangan Ilmu Sensoris

    Ilmu sensoris terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan prediksi keberhasilan produk yang lebih baik dan lebih cepat. Sensoris akan terus berperan dalam memungkinkan industri pangan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan meluncurkan produk baru yang lebih kompetitif dan inovatif di pasaran demi mempertahankan pasokan pangan yang berkelanjutan. Sifat sensori bagi produk pangan menjadi aspek esensial karena konsumen akhirnya adalah manusia. Produk pangan dengan mutu gizi yang baik serta aman namun sama sekali tidak menarik, tidak enak, dan tidak membangkitkan selera maka produk tersebut pasti kurang dapat diterima. ...

  • Nov 27, 2020

    Proses Fermentasi-Inkubasi Biji Kakao Tidak Terfermentasi

    Biji kakao tidak terfermentasi yang dilakukan refermentasi ulang memiliki rasa yang berbeda dengan biji kakao yang sejak awal telah melalui proses fermentasi. Perbedaan rasa ini terjadi akibat proses pengeringan yang telah dilakukan pada biji sehingga kehilangan senyawa penting dalam pembentukan flavor. Namun demikian, biji kakao tidak terfermentasi ini masih dapat dilakukan proses lebih lanjut untuk membuatnya menjadi lebih baik secara aroma ataupun rasa. Proses yang dilakukan biasa disebut dengan proses fermentasi-inkubasi pada biji kakao tidak terfermentasi yang telah melalui proses pengeringan. ...

  • Nov 26, 2020

    Pemanfaatan Singkong di Indonesia

    Umbi lain yang saat ini dieksplorasi untuk menggantikan terigu adalah singkong. Singkong merupakan komoditas penting dan menjadi komoditas yang terus dikembangkan di Indonesia. Pengolahan singkong sebagai tepung semakin meningkat saat ini dikarenakan adanya peningkatan umur simpan, kemudahan distribusi, dan kemudahan untuk diaplikasikan pada produk pangan dibandingkan dengan  dalam bentuk segar.    ...