PackindoStar Award, Mendorong Inovasi dan Keunggulan Kemasan Indonesia Menuju Panggung Asia dan Dunia


Dunia kemasan telah mengalami evolusi radikal. Kemasan bukan lagi sekadar kertas pembungkus atau pelindung pasif. Saat ini, kemasan adalah strategic tool yang menentukan efisiensi rantai pasok, memperpanjang shelf-life produk, menekan kerugian logistik, serta menjaga reputasi brand di mata konsumen global.

Di Indonesia, ajang penghargaan kemasan tertinggi nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Packaging Federation (IPF) bernama PackindoStar Awards, dari karya-karya pemenangnya telah membuktikan peran vital tersebut. Banyak dari inovasi kemasan buatan anak bangsa ini tidak hanya melindungi produk di pasar lokal, melainkan telah diakui keunggulannya di ajang kompetisi internasional tingkat Asia (AsiaStar) hingga dunia (WorldStar).

Direktur Pengembangan Bisnis Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti menjelaskan, PackindoStar Awards merupakan ajang penghargaan yang memberikan ruang bagi pelaku industri dan akademisi untuk menampilkan kreativitas serta teknologi kemasan.

Kompetisi ini mencakup empat kategori utama, yakni Consumer Package, Transport Package, Sustainability Package, dan Student Packaging. Penilaian tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga mempertimbangkan fungsi, kekuatan struktur, efisiensi material, kemudahan penggunaan, dan aspek keberlanjutan.

Dalam pengembangan industri dewasa ini, perhatian utama tertuju pada pengurangan penggunaan plastik baru dan peningkatan kemampuan material untuk didaur ulang. Upaya tersebut membutuhkan perubahan desain, pemilihan bahan, dan penyesuaian proses produksi agar tetap memenuhi kebutuhan perlindungan produk sekaligus memperhatikan dampak lingkungan.

Pada penyelenggaran di tahun 2027 ini, para pemenang PackindoStar Awards diumumkan oleh Ariana Susanti di sela-sela Pameran Allpack 2026 di JIExpo Kamayoran Jakarta pada 20-23 Oktober 2026.

Para peserta menampilkan beragam pendekatan pengembangan kemasan modern, mulai dari kemasan kosmetik premium, material yang mendukung proses daur ulang, transformasi desain kemasan makanan ringan, hingga kemasan multifungsi. Terdapat empat karya inovatif yang meraih penghargaan tersebut yakni desain kemasan bertajuk Luxury and Premium Cosmetics Packaging dari PT. Pura Barutama; Recyclable mono PE Pack for Cocoa Beverage dari Olam food ingredients; Pringles Mini Packaging Transformation dari Mars Snack Inc; dan Dome Delights Set: Innovative Dual-Purpose Packaging dari PT Surya Indo Plastic.

Kemasan bukan hanya soal "visual cantik"
Selama ini, terdapat anggapan keliru di sebagian praktisi industri bahwa kompetisi kemasan hanyalah panggung bagi desain grafis dan estetika visual semata. Oleh karenanya, Ariana menginginkan kompetisi tersebut menjadi media kolaborasi antara  designer dan packaging engineer.

Kekuatan sejati industri kemasan Indonesia berada pada kolaborasi lintas rantai nilai (value chain) meliputi, designer, Packaging Converters, Resin & Raw Material Manufacturers, Brand Owners, R&D Teams.

Jika suatu perusahaan telah berhasil menekan tingkat kerusakan barang dalam pengiriman, mempepanjang umur simpan produk tanpa bahan pengawet tambahan, atau merancang kemasan ramah lingkungan yang efisien biaya, maka karya packaging tersebut merupakan desain yang pantas untuk memperoleh penghargaan PackindoStar berikutnya.

Kategori dan kedalaman penilaian PackindoStar
Lebih jauh Ariana memaparkan PackindoStar Awards dirancang untuk mengapresiasi keunggulan secara holistik, mengevaluasi sejauh mana sebuah rekayasa kemasan mampu menjawab tantangan nyata di seluruh spektrum industri. Penilaian diafiliasikan ke dalam empat kategori utama yang menuntut presisi serta inovasi tinggi:

1. Consumer Package
Pada segmen kemasan ritel yang berinteraksi langsung dengan konsumen akhir, tolok ukur keberhasilan meliputi: daya tarik visual (graphic appeal), aspek functionality & Innovation. Produk kemasan baru dengan highlight inovasi seperti mekanisme pembukaan, ergonomics, kepraktisan penggunaan, serta efektivitas sistem proteksi barrier merupakan nilai tambah yang kuat bagi juri. Tak kalah penting, aspek Suitability & Efficiency menguji seberapa cermat rasio penggunaan material dibanding volume isi, yang pada akhirnya bermuara pada Environmental Performance & Overall Impression—sebuah pembuktian bahwa kemasan ritel yang unggul mampu memberikan nilai tambah secara menyeluruh bagi merek sekaligus lingkungan.

2. Transport Package

Artikel bersambung...
Klik Next › untuk melanjutkan membaca.
Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait

FOODREVIEW INDONESIA

Digital Library