HALAL & SAFETY TRACEABILITY BLOCKCHAIN (HSTB)


Oleh Yandra Arkeman 
Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian dan Ketua Klaster Riset Blockchain, Robotics and Artificial Intelligence Networks (BRAIN) IPB University 

Rini Mulyawati 
Managing Partner Blocktogo dan Business Advisor BRAIN IPB University 

Nizmah Jatisari Hidayah 
Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Kementerian Pertanian dan Anggota BRAIN IPB University 

Jumlah penduduk global saat ini mencapai 7,9 miliar, dan World Bank memperkirakan jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050 dan 11,2 miliar pada tahun 2100. 

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dunia, produksi pangan dan pertanian harus meningkat sebesar 70% untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan penduduk (Ben Ayed dan Hanana 2021). Pangan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan manusia. Selain menyediakan energi dan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsi tubuh, pangan juga menjadi bagian integral dari budaya, identitas, dan kehidupan sosial manusia. Industri Pangan adalah sektor yang memegang peranan vital dalam keberlangsungan kehidupan dalam menyediakan beragam produk pangan. Namun, tantangan dalam menjaga kualitas dan keamanan produk tetap menjadi perhatian, terutama di tengah perubahan dinamika pasar dan regulasi yang semakin ketat. Pelaku usaha pangan sering menghadapi tantangan dalam menjaga standar keamanan dan kualitas produk yang dihasilkan. Terbatasnya sumber daya, infrastruktur, dan akses terhadap teknologi informasi sering menjadi hambatan dalam memenuhi persyaratan keamanan pangan yang semakin kompleks. Selain itu, kebutuhan akan transparansi dan pelacakan produk dari hulu ke hilir menjadi semakin penting, terutama dalam membangun kepercayaan konsumen. 

Salah satu isu utama yang sedang menjadi sorotan dalam industri pangan adalah keamanan dan kehalalan produk. Kecurangan pangan merupakan masalah yang sering terjadi di seluruh dunia. Praktik-praktik seperti pemalsuan label, pencemaran bahan pangan, dan penggunaan bahan tambahan yang tidak sah dapat membahayakan kesehatan konsumen dan merusak kepercayaan publik terhadap industri pangan. Keamanan pangan menjadi perhatian penting, terutama dengan meningkatnya kasus penyakit yang terkait dengan pangan. Kontaminasi bakteri, toksin, atau zat kimia berbahaya dapat menyebabkan keracunan pangan dan mengancam kesehatan publik. Diperlukan regulasi dan standar keamanan pangan bagi produsen dan pelaku usaha pangan untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan. 

Kepatuhan terhadap regulasi ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan keamanan produk pangan dengan sertifikasi halal produk pangan. Sertifikat halal mengandung makna “Halalan-Toyibban” di mana suatu pangan atau produk harus halal (diperbolehkan dalam agama Islam) dan juga harus baik, bersih, dan bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia. konsep keamanan pangan, mencakup praktik-praktik produksi yang melibatkan aspek-aspek seperti kebersihan, kualitas, dan bebasnya produk dari kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan manusia, kebersihan penggunaan bahan-bahan yang aman dan halal, serta pemantauan ketat terhadap proses produksi dan distribusi untuk mencegah kontaminasi dan keracunan pangan. 

Industri pangan halal Indonesia 
Industri pangan halal di Indonesia adalah salah satu sektor ekonomi yang penting dan sedang berkembang pesat. Indonesia memiliki keanekaragaman produk pangan yang kaya akan rempah-rempah, hasil pertanian, dan produk laut. Mulai dari pangan pokok seperti nasi, mi, dan suguhan tradisional seperti rendang, sate, dan gado-gado, hingga pangan ringan seperti keripik, krupuk, dan kue-kue. Di tengah mayoritas penduduk muslim di Indonesia, permintaan akan produk pangan halal sangat tinggi. Masyarakat cenderung memilih produk pangan yang telah disertifikasi halal sebagai bagian dari keyakinan dan praktik agama mereka. Bahkan konsumen muslim maupun nonmuslim semakin sadar akan pentingnya memilih produk pangan yang halal yang memiliki label halal yang jelas dan terpercaya sebagai jaminan bahwa produk tersebut memenuhi standar kesehatan dan kehalalan. 

Artikel bersambung...
Klik Next › untuk melanjutkan membaca.
Halaman 1 dari 5

Artikel Terkait