Pameran Food , Hotel, & Tourisms (FHT) 2012 kembali diselenggarakan pada 1-3 Maret lalu di Bali Nusa Dua Convention Center. Di sela-sela pembukaan, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sapta Nirwandar mengungkapkan cita-citanya untuk membuat kuliner Indonesia berkibar di dunia internasional. “Saat ini, kita menuju kearah sana. Hal ini terlihat bahwa beberapa kuliner Indonesia, seperti rendang, telah diakui sebagai makanan terlezat di dunia,” kata Sapta. Dia mengharapkan, terdapat standar yang jelas untuk masakan-masakan Indonesia, “hanya saja tantangannya, satu masakan Indonesia bisa banyak jenisnya dan berasal dari berbagai daerah.” Contohnya adalah soto, ada soto yang berbasis ayam, daging, dan sebagainya. “Kami harap asosiasi seperti PHRI atau asosiasi chef bisa menyusun standar tersebut,” tutur Sapta.
Menjawab hal ini, Presiden Asosiasi Culinary Professional (ACP) -Vindex Tangker, menyatakan kesiapannya untuk menyusun standar masakan Indoensia. Dia mengungkapkan, bahwa dari kompetisi Salon Culinaire terlihat bahwa semakin tahun kualitas kuliner Indonesia semakin maju.
Salah satu, peserta yang cukup banyak menarik perhatian pengunjung adalah Unilever Food Solutions (UFS). Kehadiran Master Chef Vindex Tengker, ternyata mampu menjadi daya tarik tersendiri. Fri-09
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 4/APRIL 2012)

