Suplementasi kitin-glukan ternyata juga memberikan manfaat bagi flora usus dan memperbaiki proses metabolik dalam rangka mengurangi risiko obesitas. Hal tersebut terungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh Universite Catholique de Louvain dan Ghent University di Belgia.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan 24 tikus yang dibagi dalam tiga grup. Grup pertama merupakan kontrol (diberikan diet normal), grup kedua adalah tikus yang diberikan pakan tinggi lemak untuk menyebabkan obesitas, dan grup ketiga adalah tikus yang diberikan pakan tinggi lemak dan disuplementasi dengan kitin-glukan.
Hasilnya adalah, setelah tiga minggu perlakuan, para peneliti menemukan grup ketiga dengan jumlah bakteri tertentu dalam jumlah normal –contohnya Roseburia spp. Hal ini sangat berbeda dengan grup kedua. Selain itu, grup ketiga juga memiliki berat badan 28% lebih rendah dibandingkan grup kedua.
Walau membutuhkan hasil evaluasi lebih lanjut, namun hasil penelitian yang diterbitkan oleh journal of Nutritional Biochemestry dapat menjadi harapan dalam pengaturan berat badan. Apalagi, WHO memperkirakan pada 2015 mendatang akan terdapat 1,5 miliar penduduk yang mengalami overweight dan menimbulkan beban biaya perawatan kesehatan yang tidak sedikit.
Sumber : Nutraingredients.com
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Mei 2011)

