Konsumen semakin memiliki kepedulian yang tinggi terhadap produk pangan yang dikonsumsi. Salah satu faktor yang cukup menjadi perhatian adalah kandungan kalorinya. Berkenaan dengan hal tersebut Tango meluncurkan produk terbarunya, yakni Tango Less Sugar.
Menurut Yuna Eka Kristina, Public Relations Manager OT Group, Research and Innovation perusahaannya berhasil menemukan resep wafer yang tetap enak dengan menggunakan Isomalt dan Xylitol sebagai pengganti gula. “Karena dibuat dari bahan- bahan alami dengan komposisi karbohidrat yang lambat dicerna dan mampu menekan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh, snack ini aman dikonsumsi oleh siapa saja yang mengutamakan penampilan, kesehatan ataupun yang sedang menjalani program diet gula,” lanjut Yuna.
Isomalt berasal dari gula sukrosa yang telah diproses lebih lanjut menjadi karbohidrat yang lambat dicerna, sehingga mampu menekan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh dan terbukti secara klinis tidak menyebabkan karang gigi. Sedangkan xylitol merupakan pemanis yang memiliki tingkat kemanisan yang sama dengan gula, namun memiliki nilai kalori hanya 1/3 dari kalori gula (2,4 kilo/gram). Xylitol juga memiliki kelebihan yaitu menimbulkan cooling sensation (kesan dingin yang menyenangkan) dalam mulut. Xylitol secara alami terdapat pada beberapa jenis buah- buahan dan sayur- sayuran. Penggunaan isomalt dan xyilitol sebagai pemanis alami, sudah diijinkan oleh US FDA (Food&Drugs Association), WHO dan BPOM RI .
“Dengan segala keistimewaan isomalt dan xylitol ini, Tango Less Sugar memiliki kalori hanya 70 kkal dan sama enaknya dengan Tango lainnya. Jadi, dapat dipilih sebagai snack yang menyenangkan sekaligus menyehatkan,” ucap Yuna.
Tango Less Sugar merupakan hasil peremajaan (rejuvenate) dari Tango Sugar Free yang telah diluncurkan 2004 yang lalu dengan tujuan untuk memperluas pangsa pasar. Terdiri dari 2 (dua) varian yaitu vanilla dan cokelat. Tango Less Sugar kini dapat diperoleh di hypermarket/ supermarket/ minimarket terdekat dengan harga eceran tertinggi Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah).
Oleh : Fri-09
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Mei 2011)

