Traceability untuk Peningkatan Efisiensi dan Keamanan


Akhir-akhir ini sering terjadi kasus ditemukannya kandungan zat-zat beracun dalam produk-produk pangan yang menyebabkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya aplikasi sistem penelusuran (traceability) dalam proses produksi di perusahaan makanan dan minuman. Sistem penelusuran untuk semua bahan baku yang digunakan untuk proses produksi menjadi hal yang penting untuk memastikan keamanan konsumen dan terjaganya reputasi perusahaan.

            Sistem penelusuran merupakan komponen penting dalam hal keamanan produk, terutama berkaitan dengan proses identifikasi dan pengendalian terjadinya kasus kontaminasi. Semakin besarnya tekanan dari badan regulasi, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan U.S, Food & Drug Administration (USFDA), membuat bukan hanya pengusaha produk-produk pangan, namun juga obat-obatan dan kosmetik mengaplikasikan standar yang lebih tinggi untuk memastikan berlakunya sistem dokumentasi dan penelusuran yang benar. Tujuan utama dari penelusuran adalah membantu pengusaha dalam menjawab berbagai

pertanyaan seperti:

• Apakah bahan baku yang dikirim sesuai dengan yang sudah dipesan?

• Apakah proses produksi dari bahan baku dilakukan secara optimal?

• Apakah informasi dan dokumentasi yang dimiliki sudah lengkap apabila dibutuhkan, terutama jika terjadi kasus penarikan kembali produk (product recall)?

Perusahaan bebas memilih metode pengendaliannya. Beberapa perusahaan memilih sistem penelusuran berbasis dokumen kertas, namun, perusahaan lainnya mungkin membutuhkan sistem penelusuran yang lebih komprehensif, yang dilengkapi dengan komputer dan barcode untuk memenuhi persyaratan yang berlaku.

Persyaratan penelusuran produk berhubungan langsung dengan ketentuan regulasi, bahwa setiap produk yang dijual di pasaran, harus sesuai dengan kegunaannya dan tidak berbahaya untuk kesehatan. Sebagai sarana untuk pengendalian resiko di perusahaan, sistem penelusuran akan membantu pengusaha dan pengawas regulasi untuk menarik kembali produk yang ditemukan tidak memenuhi persyaratan. Sistem penelusuran yang baik juga akan membantu dalam:

• Mengurangi biaya yang dikeluarkan akibat penarikan produk dari pasaran (product recall).

• Menyusun langkah-langkah perbaikan untuk menghindari terulangnya product recall.

• Mengidentifikasi masalah dan menghindari terjadinya denda akibat kesalahan produksi.

• Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek yang diproduksi.

• Meningkatkan efisiensi proses produksi dan kendali mutu, terutama dalam hal penggunaan bahan baku produksi, karakteristik produk dan data. mengenai jumlah persediaan bahan baku.

Dalam mendesain sebuah sistem penelusuran di suatu perusahaan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan seksama, diantaranya:

• Pastikan sistem penelusuran mencakup setiap tahap proses produksi hingga distribusi.

• Sistem penelusuran harus bisa mengidentifikasi data tentang pemasok bahan baku.

• Pentingnya identifikasi tentang komponen bahan baku manakah yang sudah digunakan untuk memproduksi produk tertentu.

• Sistem penelusuran juga harus memiliki data konsumen yang menerima atau membeli produk.

• Memastikan produk-produk yang dijual ke konsumen sudah dilengkapi dengan label berisi informasi yang sesuai, yang bisa ditelusuri kembali ke proses produksi.

• Sistem penelusuran juga harus dapat memberikan informasi yang lengkap dan sesuai regulasi yang berlaku untuk mencegah timbulnya masalah saat adanya audit.

Sistem penelusuran yang ideal bagi perusahaan adalah sistem yang sesuai dengan aplikasi dan proses produksi yang berlangsung, serta dilengkapi dengan fasilitas dokumentasi lengkap untuk memudahkan perusahaan menjawab segala pertanyaan yang timbul saat audit berlangsung.

Sistem penelusuran dapat juga digunakan untuk mengonfirmasi bahwa pengujian keamanan dan kualitas hasil produksi sudah dilakukan, dan ada data yang lengkap untuk digunakan pada proses verifikasi. Hal ini penting, terutama saat menanggapi keluhan konsumen dan jika timbul permasalahan terkait dengan hukum. Selain data penelusuran, akan dibutuhkan juga dokumentasi lainnya, seperti data analisa HACCP, data mengenai proses produksi dari awal penerimaan bahan baku hingga dihasilkannya produk akhir, serta data mengenai instruksi dan pelatihan bagi karyawan untuk pencatatan data sepanjang proses produksi. Hal terpenting adalah semua hasil pengujian, misalnya pengujian mikrobiologi, harus berhubungan kembali dengan proses produksi awal dan terdokumentasi dengan jelas.

Dokumentasi dari sistem penelusuran harus berisi informasi lengkap mengenai keseluruhan proses produksi, seperti data penerimaan dan pengujian kualitas bahan baku, formulasi produk, rekaman data penyimpanan produk di gudang, serta data mengenai distribusi produk yang dihasilkan hingga

sampai ke konsumen.

Standar regulasi yang berlaku akan mengatur mengenai berapa lamakah dokumentasi sistem penelusuran berlaku sesuai dengan produk yang dihasilkan. Contohnya untuk produk-produk dengan masa penggunaan kurang dari 3 bulan, data penelusuran harus disimpan paling tidak selama 6 bulan kedepan. Secara umum, peraturan yang berlaku mengatur bahwa data penelusuran harus disimpan minimum selama lima tahun.

Untuk informasi selengkapnya mengenai bagaimana meningkatkan sistem penelusuran anda, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera atau anda dapat mengunjungi link di website METTLER TOLEDO di www. mt.com/ind-terminals-fin14 atau www.mt.com/SQC-fin14.

 

Artikel ini dimuat di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi April 2014.  Artikel lain dapat dibaca di www.foodreview.co.id

 

 

Artikel Lainnya

  • Des 30, 2020

    Tren Snack Lebih Menyehatkan

    Produk snack bercita rasa asin-gurih (savory snacks) sampai saat ini masih banyak diminati dan mengisi pasar-pasar yang ada. Pertumbuhan ekonomi dan pergeseran demografis menciptakan pemintaan yang baru untuk produk dengan pengalaman rasa yang lebih banyak di negara Asia. Pasar konsumen yang muncul di Asia lebih memilih produk dengan flavor yang kuat dengan karakter eksotis yang lekat.  ...

  • Des 29, 2020

    Ingridien Pangan Berkelanjutan

    Hampir di seluruh negara di dunia, kategori untuk produk pangan yang lebih menyehatkan terus mengalami peningkatan. Studi terbaru bahkan menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 memperkuat tren ini. Konsumen saat ini ingin lebih jauh mengetahui terkait apa yang dimasukkan ke tubuhnya, bagaimana bahan tersebut didapatkan sampai ke tahap pertama (petani), sampai pengaruh serta dampaknya pada planet. ...

  • Des 28, 2020

    Peran Cita Rasa dalam Pemilihan Produk Pangan

    Salah satu kunci utama bagi industri pangan hingga kuliner untuk menembus pasar yang ada sekarang ialah memperhatikan cita rasa (taste) produknya. Faktor utama yang memengaruhi daya penerimaan terhadap suatu makanan adalah rangsangan cita rasa yang ditimbulkan oleh makanan tersebut. Terdapat berbagai komponen yang berperan dalam menentukan rasa makanan, beberapa di antaranya yakni aroma, bumbu dan penyedap.  ...

  • Des 27, 2020

    Tantangan Keamanan Pangan Global

    Tidak dapat dimungkiri, memastikan pangan yang aman adalah prasyarat utama dalam memproduksi suatu produk pangan. Di saat seperti ini, di mana sistem pangan semakin kompleks, ada kerentanan yang dapat menyerang dan mengganggu sewaktu-waktu dan secara luas. Peluang terjadi pemalsuan (fraud) atau perusakan (tampering) tidak dapat diprediksi atau dikendalikan melalui Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Dengan tantangan yang semakin meningkat ini, perlu adanya upaya pertahanan pangan yang harus dilakukan (food defense).  ...

  • Des 26, 2020

    Autentikasi Produk Pangan

    Setiap produk pangan memiliki spesifikasi atau substansi/ komponen yang berbeda (unik). Pangan asli merupakan pangan yang bebas dari pemalsuan, terutama yang berkaitan dengan komposisi, sifat dan kemurnian varietas, asal geografis serta metode/ teknologi pembuatannya. Pada produk pangan olahan, pangan dianggap asli jika produk atau isinya sesuai dengan spesifikasi dan informasi pada label.  ...