Prinsip Kerja Enrober untuk Pelapisan Cokelat



Sejak dibuat pada 1901, prinsip kerja enrober hanya mengalami perubahan yang sedikit dibanding enrober yang ditemui sekarang. Hanya saja metode yang digunakan untuk kontrol dan tingkat presisi telah berubah signifikan dan mungkin perubahan terbesar terjadi pada efisiensi pendinginan (Gray, 2009). Selain manfaatnya untuk meningkatkan flavor produk dengan penambahan cokelat, enrobing juga berfungsi dalam meningkatkan umur simpan produk, mempertahankan dan mengurangi kehilangan kadar air, menjaga bentuk produk, serta memberikan kemudahan dalam mengonsumsinya.

Pada proses enrobing, produk masuk dibawa oleh wire belt melalui enrober. Cokelat sebagai media pelapisan dikondisikan pada suhu yang stabil dalam tangki agitasi yang kemudian dipompa menuju flow pan. Cairan cokelat akan keluar dalam bentuk seperti tirai dan melapisi seluruh bagian produk. Kemudian produk akan melalui blower udara  yang berguna untuk mengontrol jumlah massa cokelat dan melapisi. Setelah blower, terdapat pula vibrator yang berfungsi mengurangi jumlah cokelat yang melapisi produk dan licking roller digunakan untuk mengontrol massa cokelat yang tertinggal di bagian bawah produk. 

Lebih lengkapnya dapat dibaca di FOODREVIEW Indonesia edisi "Snackification" | Desember 2017 | Untuk pembelian atau langganan majalah bisa hubungi langganan@foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...