Komunikasi Risiko Tingkatkan Keamanan Pangan



Komunikasi risiko diperuntukkan untuk membantu konsumen dalam membuat keputusan berdasarkan informasi yang diberikan. Praktik terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan merencanakan komunikasi risiko tersebut, mendengarkan timbal balik apa yang diterima kemudian mengolahnya dengan kepedulian akan tanggung jawab terhadap konsumen. Dengan menggunakan komunikasi risiko tersebut, diharapkan suatu pelaku industri kepada konsumen dapat membagikan informasi yang akan mengubah kepercayaan masyarakat dan berakhir dengan perubahan perilaku akibat komunikasi yang disampaikan. Selain itu, penggunaan media sosial menjadi hal yang penting dalam menunjang komunikasi antara pelaku industri dengan konsumen. data yang diperoleh pada media sosial dapat digunakan untuk mengidentifkasi apa, di mana, siapa, kapan, dan bagaimana suatu komunikasi yang industri jalankan berimbas pada konsumen. 

ìSaat ini media sosial sangat memudahkan dalam komunikasi antara pelaku industri dan konsumen. jika digunakan dengan benar, hubungan keduanya dapat berjalan dengan baik karena pelaku industri dapat meninjau dan memperbaiki apa yang dilakukan dengan melihat reaksi dari social media,î ungkap Direktur Internasional R&D Richís, Romeo J.P. Leu.  

Lebih lengkapnya dapat dibaca di FOODREVIEW Indonesia edisi "Localizing Bakery Products" | Januari 2018 | Untuk pembelian atau langganan majalah bisa hubungi langganan@foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...

  • Mar 25, 2021

    Formulasi dan Fungsionalitas Snack Bars

    Tren kesehatan dan kebugaran pada produk pangan meningkat pesat pada beberapa tahun terakhir karena konsumen beralih dengan lebih memilih produk yang melalui sedikit proses (less-processed) dan lebih alami/organik dibandingkan produk regular.  ...

  • Mar 24, 2021

    Teknologi Snack Bars Ubi Jalar dan Kacang-kacangan

    Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai dan tepung kacang hijau. Laboratorium Pengolahan Pangan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal.  ...