Pendaftaran produk pangan berdasarkan tingkat risiko



Selaras dengan visi BPOM dalam meningkatkan daya saing produk pangan sehingga BPOM membuat proses pendaftaran berbasis tingkat risiko untuk produk pangan olahan. Risiko tersebut dibagi menjadi tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. 

Untuk menentukan produk tersebut berada di risiko yang mana maka ditentukan dengan beberapa kategori yakni (i) peruntukan (ii) informasi suhu & waktu proses pemanasan (iii) informasi proses tertentu (organik, iradiasi, rekayasa genetik, ozonisasi, dan teknologi hurdle) (iv) pencantuman klaim label (v) penggunaan BTP. Penentuan tingkat risiko pun disesuaikan dengan persyaratan teknis seperti Proses produksi atau Sertifikat GMP/HACCP/ISO22000/sertifikat serupa yang diterbitkan/terakreditasi dan/atau hasil audit dari pemerintah setempat. Setelah melalui tingkat risiko, maka produk yang akan didaftarkan akan melalui verifikasi jenis pangan yang akan melalui dua tahapan yakni evaluasi dan notifikasi. ìProses dengan risiko tinggi dan sedang akan melalui tahapan evaluasi dengan 30 hari kerja. Sedangkan tingkat risiko rendah dan sangat rendah akan masuk dalam jalur notifikasi dengan 10 hari kerja,î jelas Direktur Registrasi pangan Olahan, Anisyah, S.Si., Apt., MP dalam In-depth Seminar Foodreview Indonesia ìFresh Insight to Bakery Ingredientsî yang diselenggarakan di Bogor pada 5 April 2018 lalu. 

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Mei 2015: Confectionery, Bitter Sweet Appeal of Chocolate.
Pembelian & Berlangganan hubungi kami : langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...