Sustainable Food Value System, Jawaban Tantangan Industri 4.0



Dunia agrobisnis menghadapi tantangan di era Industri 4.0 ini, tak terkecuali industri pangan. Mewakili pihak praktisi industri pangan, Stefanus Indrayana, General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk memaparkan konsep sustainable food value system sebagai langkah terbaik yang dapat dilakukan industri pangan untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan.

Hal itu disampaikan dalam Forum & Seminar Outlook 2019 Agrobisnis 4.0 pada Kamis (13/12) di Jakarta. Acara diselenggarakan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Indostock.id untuk memupuk optimisme petani dan para pemangku kebijakan di dunia agrobisnis.

Sustainable food value system dilandasi 3 konsep, yaitu affordability, accessibility, dan aspirational. “Tujuannya adalah untuk mendapatkan individu yang aktif dan sehat, sebagaimana amanat Undang-undang Pangan,” papar Stefanus. Selain itu, industri pangan juga diharapkan dapat melihat peluang keunggulan kompetitif dan komparatif pada berbagai komoditas lokal.

Artikel Lainnya

  • Jan 28, 2021

    Strategi UMKM 2021

    Pandemi COVID-19 tahun 2020 masih belum berakhir, dan mungkin masih akan berlanjut di tahun 2021. Untuk dapat mempertahankan bahkan mengambil peluang untuk berkembang di tahun 2021, maka UMKM perlu dan layak untuk melakukan beberapa hal seperti berkolaborasi, memahami teknologi pengolahan, digitalisasi serta lebih aktif untuk mencari informasi yang dibutuhkan. UMKM termasuk UMKM Pangan akan tetap menjadi tumpuan yang bisa membangkitkan ekonomi. Untuk itu pemerintah banyak menggagas dan membuat program-program untuk mempercepat pemulihan ekonomi termasuk untuk UMKM. Untuk mendapatkan akses bantuan tersebut, UMKM harus lebih aktif menjemput bola dengan mencari sebanyak-banyaknya informasi. ...

  • Jan 27, 2021

    Kondisi UMKM Pangan 2021

    COVID-19 mengakibatkan ekonomi Pola belanja konsumen juga turut Indonesia mengalami kontraksi ekonomi sejak triwulan ke-2 tahun 2020, dalam tahap ini industri pengolahan masih bertahan tumbuh meski hanya 0,2% dan perlahan membaik pada triwulan ke-3 tahun 2020 dengan tumbuh + 0,6%. Kondisi ini tidak hanya menimpa perusahaan besar tetapi juga terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). UMKM di bidang kuliner yang mempunyai warung, café, terutama yang berada di area perbelanjaan modern mengalami penurunan yang sangat drastis, termasuk bidang travel. ...

  • Jan 26, 2021

    Tantangan Industri Halal

    Tantangan saat ini yang dihadapi oleh industri halal memang terkait dengan rantai pasokan bahan halal. Hasil pertanian merupakan salah satu hal terpenting dalam rantai pasok pangan. Dengan adanya pasokan hasil pertanian yang memadai dan stabil, maka akan terjadi kestabilan harga pasokan hasil pertanian. ...

  • Jan 25, 2021

    Industri Pangan Halal: Harapan Ekonomi Indonesia

    Kebutuhan pangan yang cukup besar di Indonesia dan mayoritas penduduk muslimnya, menjadikan peluang pasar pangan halal sangat besar di Indonesia. Dengan adanya kebutuhan pangan halal yang cukup besar, maka Indonesia perlu memiliki pasokan bahan mentah yang cukup besar dan rantai pasok pangan halal yang cukup memadai. Hal inilah yang menjadi penting penjaminan kehalalan produk tidak hanya sebatas finished good-nya namun juga rantai pasoknya. Dengan demikian peluang industri halal di Indonesia tidak hanya sebatas finished good namun juga rantai pasok pangan halal. ...

  • Jan 24, 2021

    Rantai Pendingin Industri Pangan 2021

    Biaya logistik nasional untuk produk barang konsumen dan pangan masih terbilang tinggi, rerata 26% dari PDB nasional. Hal ini memerlukan pengelolaan platform dari hulu ke hilir atau dari first mile ke last mile, yang lebih lanjut dapat disebut sebagai Cold Chain Logistics Platform. ...