Potensi dan Pertumbuhan NDC dalam Produk Pangan Olahan



Non Dairy Creamer (NDC) menjadi salah satu preferensi yang mulai menaiki popularitas dalam pemilihan suatu produk. Pertumbuhan dan penggunaanya pun semakin meningkat sebesar 5% dalam setahun di industri pangan. Pertumbuhan ini diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2028.

Pemimpin umum Foodreview Indonesia, Suseno Hadi Purnomo menjelaskan bahwa pertumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti meningkatnya prevalensi dari intoleransi laktosa dan alergi susu.

"Tumbuhnya tren vegan dan vegetarian juga sangat memengaruhi penggunaan NDC dalam berbagai produk olahan pangan," jelasnya dalam sambutannya di In-Depth Seminar Foodreview Indonesia Non Dairy Creamer as Food Ingredients yang diselenggarakan pada 11 April 2019 di Bogor. Fri-35

Artikel Lainnya

  • Apr 16, 2021

    Eksplorasi Ingridien Pangan Lokal

    Indonesia sangat kaya akan sumber-sumber ingridien pangan. Beberapa ingridien tersebut bersifat multifungsional dan memiliki karakter yang spesifik. ...

  • Apr 15, 2021

    Empat Kategori Flavor Pangan

    saat ini ada empat kategori flavor yang sedang menjadi kecenderungan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Keempat kategori tersebut adalah comfort flavour, nostalgic flavour, functional flavour dan millennial flavour. Comfort flavour adalah flavor yang membuat nyaman. ...

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...