Tren & Perkembangan Produk Susu di Eropa



Eropa identik dengan budaya konsumsi produk susu yang kuat. Susu dan turunannya menjadi bagian utama dalam pola makan sehari-hari mereka. Di  sisi lain, sebagai respons terhadap kekhawatiran tentang alergen, penggunaan  hormon, dan persepsi tidak menyehatkan pada beberapa produk susu; persepsi konsumen tentang susu mulai mengalami perubahan di seluruh dunia. Tidak 
terkecuali di Eropa. 

Poduksi susu mentah di Eropa meningkat sejak dilakukan penghapusan kuota produksi susu mentah Eropa pada 1 April 2015. Produksi susu mentah menjadi sekitar 170,1 juta ton pada tahun 2017, dengan peningkatan tahun ke tahun sebesar rata-rata 1,9 juta ton.

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Juni 2019: Dairy Story. Pembelian & Berlangganan hubungi kami: langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039. 

Artikel Lainnya

  • Apr 16, 2021

    Eksplorasi Ingridien Pangan Lokal

    Indonesia sangat kaya akan sumber-sumber ingridien pangan. Beberapa ingridien tersebut bersifat multifungsional dan memiliki karakter yang spesifik. ...

  • Apr 15, 2021

    Empat Kategori Flavor Pangan

    saat ini ada empat kategori flavor yang sedang menjadi kecenderungan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Keempat kategori tersebut adalah comfort flavour, nostalgic flavour, functional flavour dan millennial flavour. Comfort flavour adalah flavor yang membuat nyaman. ...

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...