ACN 2019: Ajang Inovasi Bidang Gizi dan Pangan



Gizi dan pangan merupakan kedua bidang yang penting bagi Indonesia. Keduanya memberikan dampak yang signifikan dan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian serta penerapan terkait dengan inovasi dan perkembangan gizi secarah menyeluruh perlu mulai untuk diinisiasi. Gizi yang baik untuk suatu masyarakat tentu yang dapat dicapai melalui segala aspek.

"Tidak hanya soal gizi, kegiatan ini turut menghadirkan segala kepentingan dari berbagaia aspek untuk bisa memberikan pemikiran yang lebih holistik, gizi yang berkaitan dengan berbagai faktor seperti psikologi, sosial ekonomi, kalau secara fisiknya, ada transportasi juga harus dipertimbangkan," terang Ketua Asian Congress of Nutrition (ACN) 2019, Prof Hardinsyah dalam Upacara Pembukaan ACN 2019 di Nusa Dua, Bali, 5 Agustus 2019.

Acara ACN 2019 ini dilaksanakan selama empat hari, 4-7 Agustus 2019. ACN merupakan pertemuan 4 tahunan dari organisasi gizi tingkat dunia, Federation of Asian Nutrition Societies (FANS). ACN merupakan kongres gizi terbesar di Asia yang mendorong pertukaran informasi ilmuah antar peneliti, akademisi, dan profesional di bidang gizi dan pangan di negara-negara Asia di dunia.

"Melalui kongres Asia ini, kami berharap dapat memberikan fasilitas kepada seluruh pihak terkait gizi dan pangan. Acara ini diharapkan juga dapat memberi inspirasi sehingga penelitian gizi dan pangan di Indonesia menjadi lebih meningkat dan lebih baik," pungkasnya. Fri-35

Artikel Lainnya

  • Jan 21, 2021

    Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan 2021

    Saat ini digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan industri. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robot mampu melaksanakan berbagai tugas lebih cepat dan lebih baik (presisi) dari pada manusia. Walaupun atmosfir digitalisasi di industri pangan sudah terasa sejak dicanangkannya program “Making Indonesia 4.0” beberapa tahun lalu, namun penerapannya masih belum memuaskan. Diperkirakan baru sekitar 5-10% industri pangan yang sudah melaksanakan program digitalisasi. Selebihnya baru pada tahap pengenalan (familiarisasi) atau bahkan belum mengenal digitalisasi sama sekali. Padahal kalau kita bandingkan dengan luar negeri, negara kita masih jauh tertinggal dalam proses digitalisasi. ...

  • Jan 20, 2021

    Kinerja Pangan Strategis

    Dari sisi suplai, sektor pertanian mencatat pertumbuhan positif dan menjadi bantalan (cushion) di tengah resesi ekonomi Indonesia. Sektor pertanian tumbuh 2,19 dan 2,15% (y-on-y) dan pada Q2 dan Q3- 2020. ...

  • Jan 19, 2021

    Pola Konsumsi Masa Pandemi

    Sepanjang tahun 2020, komponen sisi pengeluaran seluruhnya mengalamai kontraksi, kecuali pengeluaran pemerintah yang mengalami pertumbuhan 9,76% (y-o-y) pada Q3-2020. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga masih terkontraksi minus 4,04%, pengeluaran konsumsi LNPRT (Lembaga non-profit yang melayani rumah tangga) juga minus 2,12%, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) negatif 6,48%, ekspor negatif 10,82%, dan impor lebih parah sampai minus 21,86%. ...

  • Jan 18, 2021

    Industri Pangan 2021

    Pandemi virus korona di tahun 2020 telah menyebabkan perubahan di berbagai lini kehidupan, seperti cara berbelanja, bersosialisasi, belajar hingga hiburan dan lainnya. Industri pangan misalnya, harus segera menyesuaikan dengan kondisi yang tidak menentu untuk tetap dapat menyediakan kebutuhan pangan bagi konsumennya (yang lebih memilih dan sadar mencari produk-produk untuk kesehatan dan kebugaran). ...

  • Des 30, 2020

    Tren Snack Lebih Menyehatkan

    Produk snack bercita rasa asin-gurih (savory snacks) sampai saat ini masih banyak diminati dan mengisi pasar-pasar yang ada. Pertumbuhan ekonomi dan pergeseran demografis menciptakan pemintaan yang baru untuk produk dengan pengalaman rasa yang lebih banyak di negara Asia. Pasar konsumen yang muncul di Asia lebih memilih produk dengan flavor yang kuat dengan karakter eksotis yang lekat.  ...